Trekking Seru di Gunung Akita Komagatake

Jepang, Tempat Wisata, Travel Vlog

Halo, sobat petualang! Aku punya cerita seru nih tentang pengalaman trekking ku di Gunung Akita Komagatake di Jepang. Sebelumnya, aku pernah naik Gunung Toyama di jalur Tateyama Kurobe Alpine Route, tapi ya, itu naik bis sampai 3000-an mdpl, jadi agak berbeda dengan trekking sehari ini di Gunung Akita Komagatake yang benar-benar mendebarkan. Oh ya, cerita ini juga tentang pengalaman seru naik gunung sehari sebelum Taifun datang! Yuk, simak pengalamanku!

Mengenal Gunung Akita Komagatake

 

Trekking Di Gunung Akita Komagatake Sehari Sebelum Taifun Datang! [ Liburan Ke Jepang ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Gunung Akita-Komagatake (秋田駒ヶ岳) adalah salah satu gunung tertinggi di Prefektur Akita dan menjadi gunung tertinggi kedua di Taman Nasional Towada-Hachimantai. Gunung ini juga merupakan gunung berapi aktif yang terakhir meletus pada tahun 1970-71. Gunung ini memiliki beberapa puncak dan jaringan jalur trekking yang cukup mudah dengan pemandangan yang menarik sehingga cocok untuk beberapa jam mendaki yang memuaskan.

Persiapan Sebelum Trekking

Sehari sebelum perjalanan, cuaca tidak terlalu bersahabat karena ada kabar tentang Taifun yang akan melanda daerah tersebut. Namun, semangat petualanganku tidak tergoyahkan. Aku bersiap dengan perlengkapan trekking, seperti sepatu gunung yang nyaman, jaket anti-angin, topi, dan tentu saja air minum. Semua perlengkapan ini penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.

BACA JUGA :  Kuala Lumpur Hop On Hop Off Bus Review [ Wisata Kuala Lumpur ]

Menapaki Jalur Trekking

Puncak Gunung Akita Komagatake

Pendakian dimulai dari pos 8 Gunung Akita Komagatake, yang berada sekitar 80% dari puncak gunung. Ketinggian di pos ini sekitar 1305 meter di atas permukaan laut. Selama musim liburan dan akhir pekan dari bulan Juni hingga Oktober, serta setiap hari dari akhir Juni hingga akhir Agustus, akses jalan menuju pos ini ditutup untuk kendaraan pribadi. Namun, jangan khawatir, ada shuttle bus yang beroperasi selama periode ini.

Jalur Trekking yang Memukau

Ada beberapa jalur trekking yang dapat kamu pilih dari pos 8. Jalur yang paling populer memiliki panjang sekitar 2,4 kilometer dan berkelok-kelok di sekitar sisi barat gunung menuju Amida-ike Pond yang terletak di pusat gunung. Dari sini, kamu bisa memilih berbagai jalur menuju puncak-puncak yang berbeda. Perjalanan menuju danau tersebut membutuhkan waktu kurang dari satu jam, dan jalurnya sangat mudah dengan pemandangan yang indah ke lembah di bawahnya.

Puncak Tertinggi: Onamedake

Salah satu puncak tertinggi di Gunung Akita Komagatake adalah Onamedake (男女岳). Puncak ini dapat dengan mudah dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 100 meter dari Amida Pond di bagian utara. Meskipun pendakian menuju puncak ini tidak terlalu sulit, pemandangan yang ditawarkan sangat memuaskan. Kamu bisa melihat pemandangan indah danau-danau serta gunung-gunung lainnya dari puncak Onamedake.

Puncak lainnya: Odake

Puncak kedua yang menarik untuk dijelajahi adalah Odake (男岳), yang terletak di sebelah selatan Amida Pond. Meskipun jalurnya lebih curam dan kasar dibandingkan dengan jalur menuju Onamedake, pemandangan yang ditawarkan lebih mengesankan. Kamu bisa melihat pemandangan ke dalam kawah utama gunung dan juga pemandangan ke Danau Tazawa dari puncak Odake.

BACA JUGA :  Pantai Batu Karas Beach Pangandaran [ Drone Video Wisata Pangandaran Jawa Barat ]

Menikmati Keindahan Alam

Selama trekking di Gunung Akita Komagatake, kamu akan dikelilingi oleh keindahan alam Jepang yang memukau. Area ini terkenal dengan berbagai jenis bunga alpine yang mekar pada bulan Juni hingga Agustus. Pemandangan ini juga sangat indah pada awal hingga pertengahan bulan Oktober selama musim gugur. Meskipun jalur trekking berada di atas garis pohon, kamu masih bisa menikmati pemandangan hutan berwarna-warni di lembah di bawahnya. Sayangnya, selama musim dingin, gunung ini sebagian besar tidak dapat diakses karena salju yang tebal.

Menuju Gunung Akita Komagatake

Untuk mencapai Gunung Akita Komagatake, ada beberapa opsi transportasi yang bisa kamu pilih:

Dengan Mobil

Jalan menuju pos 8 Gunung Akita Komagatake ditutup untuk kendaraan pribadi pada akhir pekan dan hari libur umum dari Juni hingga Oktober, serta setiap hari dari akhir Juni hingga akhir Agustus. Selama periode ini, kamu bisa parkir di area parkir Arupa Komakusa dan naik shuttle bus dari sana menuju pos 8. Shuttle bus ini beroperasi setiap 30-60 menit dan memudahkan akses ke gunung.

Dengan Bus

Selain menggunakan mobil, kamu juga bisa mencapai pos 8 dengan bus. Namun, layanan bus tersedia hanya pada hari-hari ketika jalan menuju pos 8 ditutup untuk kendaraan pribadi, yaitu pada akhir pekan dan hari libur umum dari Juni hingga Oktober, serta setiap hari dari akhir Juni hingga akhir Agustus. Bus shuttle berjalan setiap 30-60 menit antara Arupa Komakusa dan pos 8, dengan beberapa bus melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Tazawako.

Kesimpulan: Petualangan yang Menggairahkan

Pendakian Gunung Akita Komagatake adalah pengalaman yang menggairahkan. Meskipun cuaca tidak selalu bersahabat, keindahan alam Jepang yang ditawarkan selama perjalanan membuatnya semua terbayar. Trekking di sini adalah cara yang luar biasa untuk mengeksplorasi keindahan alam Jepang dan merasakan petualangan di luar ruangan yang tak terlupakan. Jadi, jika kamu berencana liburan ke Jepang dan mencari petualangan, jangan lewatkan Gunung Akita Komagatake dari daftar destinasi kamu. Selamat menjelajahi!


Fahmi

Fahmi adalah kontributor sekaligus penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *