Tari Topeng Khas Sanggar Mimi Rasinah: Sebuah Perjalanan Keemasan

Tari Topeng Khas Sanggar Mimi Rasinah: Sebuah Perjalanan Keemasan

Travel Vlog

Kamu pasti pernah mendengar tentang Tari Topeng, salah satu seni tradisional yang sangat khas di Indonesia. Namun, tahukah kamu siapa yang menjadi tokoh kunci dalam mengubah tradisi Tari Topeng menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar tarian? Ya, itulah Mimi Rasinah, seorang maestro Tari Topeng yang telah mengukir sejarah di dunia seni pertunjukan.

Pengenalan Mimi Rasinah dan Tari Topeng

 

Tari Topeng Dimainkan Adik-Adik Dari Sanggar Tari Mimi Rasinah
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Pionir Tari Topeng Wanita

Mimi Rasinah adalah sosok yang mengubah lanskap Tari Topeng di Indonesia. Pada masa lalu, Tari Topeng biasanya hanya ditampilkan oleh kaum pria. Namun, Rasinah memecahkan stereotip tersebut. Dia adalah perempuan pertama yang memasuki dunia Tari Topeng.

Ketika usianya baru 5 tahun, Rasinah kecil mulai mendalami seni Tari Topeng di bawah bimbingan ayahnya, seorang dalang topeng. Awalnya, ini adalah keputusan yang tidak biasa, mengingat Tari Topeng pada saat itu adalah domain kaum pria.

Namun, ayah Rasinah ingin melindungi kehormatan anaknya, mengingat Tari Ronggeng, yang biasa ditarikan oleh wanita, sering kali dianggap sebagai tarian untuk menggoda pria.

Perjuangan dan Dedikasi Rasinah

Rasinah mengalami proses pembelajaran yang sangat intensif. Dia belajar gerakan demi gerakan dari ayahnya, dan juga mendapatkan pengarahan dari Warimah, seorang dalang topeng yang menjadi idolanya. Rasinah menggali bakatnya sejak usia dini, dan darah seni mengalir begitu kental dalam dirinya. Gerakan-gerakan yang sulit pun dia lakukan dengan penuh lincah.

BACA JUGA :  Menginap Di Villa Mewah Amed! The Griya Villas And Spa!

Pada usia 9 tahun, Rasinah mulai meniti karirnya sebagai seorang penari Tari Topeng. Lahir di Indramayu pada tahun 1930, Rasinah adalah generasi kesembilan dari penari Tari Topeng dalam keluarganya.

 

Indonesian Traditional Dance Tari Topeng Mimi Rasinah [ Wonderful Indonesia ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

Multi-Talenta

Selama perjalanan kariernya, Rasinah tidak hanya mempelajari Tari Topeng. Dia juga menguasai berbagai instrumen musik, termasuk kendang, alat musik yang biasanya dikuasai oleh kaum pria. Rasinah juga menguasai seni bermain kendang ditepak. Kemampuannya yang luar biasa dalam seni ini adalah awal dari perjalanannya menuju emansipasi, di mana dia terus mengembangkan kemampuannya dalam Tari Topeng dan musik.

Namun, perjalanan hidup Rasinah tidak selalu mulus. Dia mengalami kesulitan ekonomi, dan karir pertunjukan Tari Topengnya terpaksa berhenti karena situasi politik saat itu.

Tantangan Politik dan Kehilangan Seni

Selama masa penjajahan Jepang, rombongan Tari Topeng ayahnya dituduh sebagai mata-mata, sehingga sebagian besar topeng dan aksesoris tari dimusnahkan. Setelah kemerdekaan, semua jenis seni rakyat, termasuk Tari Topeng, dilarang tampil pasca peristiwa G30S.

Hal ini terjadi karena seni rakyat seringkali dikaitkan dengan LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat), yang memiliki kaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Selama 20 tahun, Tari Topeng seakan tertidur, dengan selendang dan topeng digantung begitu saja. Rasinah hanya bermain gamelan untuk mengiringi pertunjukan sandiwara suaminya.

Kebangkitan Tari Topeng Mimi Rasinah

 

Tari Topeng Mimi Rasinah Keren Banget!
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

Namun, pada tahun 1994, Tari Topeng Mimi Rasinah “ditemukan” kembali oleh seorang dosen dari STSI Bandung. Dengan berjalannya waktu, Tari Topeng Rasinah mulai diakui oleh masyarakat luas. Ketenaran Tari Topeng Rasinah bukan hanya karena gerakan yang indah, tetapi juga karena kemampuannya untuk menghipnotis penonton.

BACA JUGA :  Pantai Indrayanti Jogja Drone Video [ Pantai Di Gunungkidul ]

Rasinah pun memutuskan untuk bangkit kembali dan mulai melestarikan Tari Topeng dengan mengajarkannya di sekolah-sekolah di Indramayu. Selama bertahun-tahun, dia mengajar dan berbagi pengetahuannya tentang seni ini.

Unik dan Kreatif: Ciri Khas Rasinah

Salah satu hal yang membedakan Tari Topeng Mimi Rasinah adalah ciri khasnya yang unik dan kreatif. Rasinah seringkali melakukan improvisasi yang tidak terduga dalam tariannya. Gerakan-gerakan yang dia buat terkadang terlihat aneh dan nyentrik, namun itulah yang membuatnya begitu memukau.

Sebagai contoh, dalam pertunjukan Tari Pamindo, Rasinah melakukan gerakan yang seolah-olah mencuci pakaian dan mencari kutu. Bahkan, beberapa reporter pada masa itu mengungkapkan kekagumannya terhadap kreativitas Rasinah dalam mengimprovisasi gerakan sehari-hari.

[ Baca Juga: Tarian Tradisional Suku Dayak Menyambut Di Desa Lopus ]

Warisan dan Penerus

Pada penghujung usianya, Mimi Rasinah merasa penting untuk mewariskan seni Tari Topeng ini kepada generasi muda. Ketika dia tidak lagi mampu menari dengan sering, dia memutuskan untuk mengajarkan seni ini kepada anak-anak di sekitarnya dengan membuka Sanggar Tari Mimi Rasinah.

Awalnya, dia berencana mewariskan seni ini kepada anaknya, Mimi Wacih. Namun, karena Wacih bekerja di luar negeri, Rasinah menyarankan cucunya, Aerli, untuk menjadi penerusnya.

 

Main Ke Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah Indramayu, Keren Banget!
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

Perjuangan Aerli Sebagai Penerus

Bagi Aerli, menjadi penerus Mimi Rasinah bukanlah hal yang mudah. Dia harus mengamen Tari Topeng di tujuh tempat berbeda dalam sehari sebagai syarat untuk menjadi penerus. Selain itu, dia harus menjalani berbagai ujian yang diberikan oleh sang neneknya.

Aerli juga menghadapi rasa minder karena bekas luka bakar yang dialaminya saat masih kecil. Namun, Mimi Rasinah selalu mendukungnya dan membantu Aerli mengatasi rasa minder tersebut.

BACA JUGA :  Panduan Liburan Musim Dingin Di Jepang!

Kelanjutan dan Pemulihan Seni

Aerli bersama suaminya, Ade Jayani, yang juga seorang seniman Tari Topeng, serta kedua anaknya, Walan dan Wulan, telah berhasil menjaga warisan seni Tari Topeng hidup. Mereka mendirikan Sanggar Tari Mimi Rasinah yang memberikan pelatihan Tari Topeng, pembelajaran gamelan, dan pembinaan kelompok pengrajin topeng kepada siswa-siswi di kabupaten Indramayu.

Sanggar ini telah berhasil membina sekitar 100 anak dari enam desa di kabupaten Indramayu, dan mereka sering tampil di berbagai acara, bahkan di luar kota seperti Bali.

[ Baca Juga: Tari Maena Dari Pulau Nias Itu Ternyata Keren Ya! ]

Pemberdayaan Melalui Seni

Sanggar Tari Mimi Rasinah juga memberikan pelatihan pembuatan topeng kepada anggota Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dengan harapan mereka dapat memiliki keahlian seni yang dapat digunakan sebagai mata pencaharian setelah keluar dari Lapas.

Ini adalah bagian dari upaya mereka untuk “memanusiakan manusia,” seperti yang diungkapkan oleh Aerli. Dia berharap Tari Topeng tetap hidup dan menarik minat dari dalam dan luar negeri untuk mempelajari seni tradisional Indonesia ini.

Kesimpulan

Kisah perjalanan Mimi Rasinah dan kelanjutan seni Tari Topeng melalui Aerli adalah contoh nyata dari bagaimana seni tradisional dapat hidup kembali dan menjadi bagian dari budaya kontemporer.

Dengan dedikasi, semangat, dan kerja keras, mereka berhasil mempertahankan warisan budaya yang berharga dan terus menginspirasi generasi muda untuk menjaga dan menghargai seni tradisional Indonesia. Mimi Rasinah, dengan segala pencapaiannya, akan selalu dikenang sebagai pionir yang mengubah dunia Tari Topeng, dan Aerli sebagai pewaris yang meneruskan warisan tersebut ke masa depan.


Fahmi

Fahmi adalah penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *