Pertunjukan Tari Kecak di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park: Apa yang Harus Kamu Ketahui

Travel Vlog

Pernahkah kamu mendengar tentang pertunjukan tari Kecak di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK)? Atau mungkin kamu sudah menonton Tari Kecak Bali di Uluwatu dan ingin tahu bagaimana perbandingannya? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia Tari Kecak di GWK Cultural Park, serta filosofi dan maknanya yang mendalam.

GWK Cultural Park: Latar Belakang dan Keindahan Alamnya

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, atau sering disingkat menjadi GWK Cultural Park, merupakan tempat yang memadukan keindahan alam dengan seni dan budaya. Terletak di Bali, tempat ini menawarkan panorama alam yang indah dan eksotis, yang membuatnya menjadi tempat yang sempurna untuk pertunjukan seni dan budaya, termasuk Tari Kecak.

Salah satu pertunjukan terkenal di GWK Cultural Park adalah Tari Kecak Garuda Wisnu. Pertunjukan ini terinspirasi oleh cerita kitab Adi Parwa dan menceritakan perjalanan Sang Garuda yang rela menjadi tunggangan Dewa Wisnu demi mendapatkan Tirta Amerta di surga untuk menyelamatkan sang ibu dari perbudakan.

Tari Kecak: Pertunjukan Sakral Tanpa Musik

 

Tari Kecak Dance At Garuda Wisnu Kencana Cultural Park [ Wisata Bali ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Tari Kecak yang dipentaskan di GWK Cultural Park memiliki ciri khas tersendiri. Pertunjukan ini dilakukan oleh puluhan pria tanpa menggunakan alat musik.

BACA JUGA :  Makan Siang Di Ndoro Donker, Enak Gak Ya? [ Wisata Karanganyar ]

Mereka membentuk lingkaran dan berbaris melingkar sambil mengangkat kedua tangan mereka sambil berseru kata “cak, cak, cak” secara berirama di telinga.

Ini adalah salah satu aspek yang membuat Tari Kecak begitu unik dan memukau.

Kisah Sang Garuda dan Dewa Wisnu

Cerita yang diceritakan dalam Tari Kecak di GWK Cultural Park menggambarkan kisah Dewa Wisnu dengan Sang Garuda sebagai tunggangannya. Cerita dimulai dengan para bidadari dan raksasa penjaga surga yang sedang bermain-main.

Tiba-tiba, Sang Garuda tiba dan dianggap sebagai pengganggu oleh para raksasa penjaga surga. Mereka, bersama-sama dengan Dewa Indra, sang penguasa surga, berusaha menangkapnya. Namun, kekuatan Sang Garuda melebihi para raksasa penjaga surga.

Pertunjukan Setiap Hari dengan Pemandangan Sunset

Tari Kecak di GWK Cultural Park dapat dinikmati setiap hari pukul 18.00 WITA, sehingga kamu dapat menikmati pertunjukan ini sambil menyaksikan matahari terbenam yang mempesona.

Selain Tari Kecak, GWK Cultural Park juga menawarkan berbagai pertunjukan tarian tradisional lainnya, termasuk Tari Barong, Tari Kera, Tari Rangda, Joged Bumbung, Balinese Parade dengan pakaian tradisional, dan musik live oleh Trio Acoustic.

 

Balinese Dance And Ceremony At Garuda Wisnu Kencana Cultural Park [ Wisata Bali ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

Filosofi dan Makna Tari Kecak

Tari Kecak bukan hanya pertunjukan tari biasa, tetapi juga memiliki filosofi dan makna yang dalam. Berikut beberapa makna dan filosofi yang terkandung dalam Tari Kecak:

1. Keberanian dan Kekuatan

Tari Kecak melambangkan keberanian dan kekuatan dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan dalam hidup. Gerakan-gerakan dinamis dan energik dalam tarian ini mencerminkan semangat dan keberanian.

BACA JUGA :  Ketemu Kepiting Raksasa Dan Gurita Raksasa Di Pasar Ikan Hakodate Di Jepang

2. Persatuan dan Gotong Royong

Pertunjukan Tari Kecak menggambarkan persatuan dan gotong royong dalam masyarakat. Para penari pria saling bergantian menyanyikan suara “cak” dengan harmonis, menciptakan suara yang kuat dan memukau. Hal ini mengajarkan bahwa dengan bekerja sama dan saling bergantian, kita dapat mencapai tujuan yang lebih besar dan lebih kuat.

3. Pembersihan Spiritual

Tari Kecak memiliki akar budaya yang kuat di Bali dan terkait dengan ritual tradisional sanghyang, yang bertujuan untuk membersihkan roh jahat dari suatu tempat atau individu. Melalui Tari Kecak, penonton juga dapat merasakan atmosfir ritual pembersihan spiritual tersebut.

4. Nilai-nilai Kehidupan

Tari Kecak mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang penting, termasuk keberanian, persatuan, gotong royong, serta nilai-nilai Hindu seperti karma dan dharma. Pertunjukan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang filosofi dan nilai-nilai penting dalam kehidupan.

5. Keindahan Seni Budaya Bali

Sebagai salah satu tari tradisional khas Bali, Tari Kecak juga mencerminkan keindahan seni dan budaya Bali. Baik dari segi tarian itu sendiri, keindahan kostum, bahasa, dialog, semuanya menciptakan pengalaman seni yang tinggi. Tari Kecak menjadi salah satu ikon seni dan budaya Bali dan selalu dipentaskan dalam berbagai acara adat, upacara keagamaan, dan acara kenegaraan di Bali.

Alamat dan Lokasi GWK Cultural Park

  • Alamat: Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Selatan
  • Telepon: +62 361 700 808
  • Situs Web: www.gwkbali.com

Jadi, jika kamu berencana mengunjungi Bali, pertunjukan Tari Kecak di GWK Cultural Park adalah pengalaman yang harus kamu coba. Selain menikmati seni yang luar biasa, kamu juga dapat merasakan keindahan alam Bali dan mendalami makna filosofis yang terkandung dalam tarian ini. Selamat menikmati perjalanan seni dan budaya di Bali!


Fahmi

Fahmi adalah kontributor sekaligus penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *