Pasar Beringharjo: Destinasi Wisata Belanja Utama di Jogja

Pasar Beringharjo: Destinasi Wisata Belanja Utama di Jogja

Indonesia, Tempat Wisata, Travel Vlog

Pasar destinasi wisata belanja di Jogja ini tidak hanya sekadar pasar tradisional biasa. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, Pasar Beringharjo menjadi salah satu destinasi utama yang tidak boleh dilewatkan. Dengan berbagai macam penawaran, mulai dari oleh-oleh khas Jogja hingga pengalaman berbelanja yang unik, pasar ini menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.

 

Penasaran Sama Pasar Beringharjo Di Jogja? Begini Lho Isinya! [ Wisata Jogja Dekat Malioboro ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Filosofi dan Sejarah Pasar Beringharjo

Pasar ini bukan hanya tempat untuk berbelanja, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.

Dalam struktur ‘Catur Tunggal’ yang melambangkan fungsi ekonomi di Yogyakarta, Pasar Beringharjo menjadi salah satu pilar utama.

Sebagai pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun, pasar ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Sejarah pasar ini dimulai sejak tahun 1758, ketika wilayah ini masih berupa hutan beringin.

Setelah berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pasar ini menjadi tempat transaksi ekonomi yang vital bagi masyarakat setempat.

Pada tahun 1925, pasar ini mendapatkan bangunan permanen dan nama ‘Beringharjo’ diberikan oleh Hamengku Buwono IX, menggambarkan harapan akan kesejahteraan dari wilayah yang sebelumnya hanya berupa hutan.

Pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII, Pasar Gedhe berganti nama menjadi Pasar Beringhrijo.

Sejarah dan Filosofi Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo, yang dulunya dikenal sebagai Pasar Gedhe, memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan makna filosofis.

BACA JUGA :  Video Drone Danau Toba Dari Beberapa Sisi!

Didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I sebagai bagian integral dari pembangunan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, pasar ini bukan hanya sekadar tempat untuk bertransaksi ekonomi, tetapi juga merupakan simbol keberlangsungan kehidupan ekonomi masyarakat Kasultanan.

Keberadaannya sebagai salah satu dari empat komponen utama dalam kelengkapan kota pada masa itu menunjukkan pentingnya peran pasar dalam struktur sosial dan ekonomi Yogyakarta.

Pergantian Nama dan Makna “Beringharjo”

Pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII, Pasar Gedhe berganti nama menjadi Pasar Beringhrijo.

Nama ini diambil dari kata “bring” yang berarti beringan, dan “harjo” yang berarti baik dan sejahtera.

Makna dari nama tersebut mencerminkan harapan akan kesejahteraan bagi masyarakat yang bertransaksi di pasar ini.

Jalan di sebelah selatan Pasar Beringharjo pun dinamakan Jalan Pabringan, sebagai pengingat akan sejarah lokasi pasar yang dulunya merupakan hutan beringin.

[ Baca Juga: Jalan Malioboro, Pusat Keramaian Wisata Jogja! ]

Struktur Bangunan Pasar Beringharjo

Struktur Bangunan Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian barat dan timur, yang dipisahkan oleh jalan tembus yang menghubungkan antara Jalan Lor Pasar dengan Jalan Pabringan.

Bagian barat pasar terdiri dari gerbang, kios, dan deretan los. Gerbang pasar berbentuk bangunan kembar berlantai dua dengan pintu transparan di tengahnya, sementara kios dan los berfungsi sebagai tempat berjualan.

Kios dibatasi oleh sekat untuk memisahkan satu kios dengan kios lainnya, sementara los terdiri dari deretan bangunan dengan muka saling membelakangi untuk pedagang.

Arsitektur dan Struktur Bangunan

Bangunan pasar mengusung gaya arsitektur Indis dengan atap berbentuk pelana bertingkat tiga berbahan beton.

Struktur bangunan didukung oleh kolom-kolom beton bertulang dengan total 192 kolom untuk menyangga atap beton.

Tinggi lantai los bervariasi antara 18 hingga 30 cm dari lantai pasar, dengan penutup berupa ubin abu-abu.

Pembangunan dan Pembaharuan Pasar Beringharjo

Pembangunan pasar ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui berbagai tahapan yang dilakukan oleh pemerintah Belanda dan Kasultanan.

Pembangunan pasar yang representatif dimulai pada tahun 1923-1925, ketika pemerintah Belanda dan Sultan Hamengku Buwono VIII membangun 11 los permanen sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pasar.

BACA JUGA :  Nikmati Pesona Pantai Double Six Bali

Pembangunan ini merupakan hasil dari kesetiaan antara pemerintah dan rakyat, yang berdampak pada peningkatan kesempatan kerja bagi pedagang.

Pemugaran dan renovasi pasar yang kedua dilakukan pada tahun 1990 hingga 1993, sebagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pasar sebagai salah satu warisan budaya dan ekonomi Yogyakarta.

Peta Lokasi dan Aksesibilitas Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo dapat diakses dari berbagai arah, termasuk dari jalan Margamulya (sekarang Jalan Jendral A. Yani) di sebelah barat, jalan Pabringan di sebelah selatan, jalan Ketandan di sebelah utara, dan kawasan Loji kecil di sebelah timur.

Aksesibilitas yang baik menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan pasar tradisional ini sebagai salah satu destinasi utama bagi wisatawan dan masyarakat lokal.

[ Baca Juga: Daftar Tempat Wisata di Yogyakarta Wajib Dikunjungi! ]

Pengalaman Berbelanja di Pasar Beringharjo

Bagi pengunjung, pengalaman berbelanja di Pasar Beringharjo tidak hanya sekadar membeli barang, tetapi juga merasakan atmosfir yang khas dari pasar tradisional yang ramai dan berwarna.

Dari depan hingga belakang, pasar ini menawarkan berbagai jenis produk dan oleh-oleh khas Yogyakarta.

Pengalaman berbelanja di Pasar Beringharjo tidak hanya sekadar membeli barang, tetapi juga merasakan atmosfir yang khas dari pasar tradisional!

Jajanan Khas di Pasar Beringharjo

Salah satu daya tarik utama dari Pasar Beringharjo adalah jajanan khas yang bisa dinikmati oleh para pengunjung.

Dari berbagai jenis makanan tradisional hingga jajanan pasar yang lezat, pasar ini menjadi surganya bagi para pecinta kuliner.

Wisata Kuliner di Pasar Beringharjo

Bagian depan dan belakang pasar adalah tempat yang tepat untuk menikmati berbagai jajanan khas Yogyakarta.

Di sebelah utara bagian depan, pengunjung dapat menemukan berbagai jajanan seperti brem bulat dan krasikan.

Sementara itu, di sebelah selatan, tersedia bakpia isi kacang hijau dan kue basah seperti hung kwe dan nagasari.

Belanja Oleh-Oleh dan Batik di Pasar Beringharjo!

Belanja Oleh-Oleh dan Batik di Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo juga merupakan tempat yang ideal untuk berburu oleh-oleh khas Yogyakarta.

BACA JUGA :  Trekking Pagi Hari di Dakigaeri Valley di Semboku City, Jepang

Dengan koleksi batik yang lengkap, pengunjung dapat memilih berbagai jenis batik mulai dari kain hingga pakaian jadi.

Di samping itu, pasar ini juga menawarkan berbagai macam produk lainnya seperti baju surjan, blangkon, dan sarung tenun.

[ Baca Juga: Taman Sari, Wisata Yogyakarta Hits Karena Instagram! ]

Penjelajahan Lebih Lanjut di Pasar Beringharjo

Penjelajahan Lebih Lanjut di Pasar Beringharjo

Selain berbelanja dan menikmati jajanan khas, pasar di dekat malioboro ini juga menawarkan pengalaman unik lainnya bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi pasar ini lebih dalam.

Sentra Jamu dan Rempah-Rempah

Berada di lantai dua pasar bagian timur, pengunjung dapat menemukan sentra penjualan bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah.

Berbagai jenis bahan jamu seperti kunyit dan temulawak tersedia di sini, bersama dengan rempah-rempah seperti jahe dan kayu.

Pusat Penjualan Barang Antik

Bagi para penggemar barang antik, Pasar Beringharjo juga memiliki sentra penjualan di lantai tiga pasar bagian timur.

Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai barang antik dan barang bekas berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Lor Pasar: Kawasan Pecinan

Kawasan Lor Pasar, atau yang dulu dikenal sebagai Kampung Pecinan, merupakan tempat yang paling terkenal di sekitar pasar tradisional terkenal ini.

Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam barang antik, kaset-kaset oldies, kerajinan logam, dan bahkan uang lama dari berbagai negara.

Kuliner Malam di Pasar Beringharjo

Kuliner Malam di Pasar Beringharjo

Meskipun pasar resmi tutup pada pukul 17.00 WIB, suasana pasar tidak berhenti begitu saja.

Bagian depan pasar masih ramai dengan penjual makanan khas, mulai dari martabak hingga klepon.

Pukul 18.00 WIB hingga larut malam, pengunjung juga dapat menemukan penjual gudeg di depan pasar yang menawarkan variasi oseng-oseng dan makanan khas Yogyakarta lainnya.

Suasana Malam yang Meriah

Sambil menikmati hidangan lezat, pengunjung dapat merasakan suasana malam yang meriah di sekitar pasar.

Musik tradisional Jawa yang diputar dan obrolan dengan penjual yang ramah akan menambah pengalaman wisata malam yang tak terlupakan di pasar ini.

Dengan berbagai penawaran dan pengalaman yang unik, tidak mengunjungi Pasar Beringharjo saat berkunjung ke Yogyakarta adalah kehilangan sebuah pengalaman yang berharga.

Dari berbelanja oleh-oleh hingga menikmati kuliner khas, pasar ini memiliki segalanya untuk memuaskan selera wisatawan yang mencari pengalaman yang autentik dan berkesan.


Fahmi

Fahmi adalah kontributor sekaligus penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *