Museum Benteng Vredeburg, Wisata Jogja Penuh Sejarah! Begini Lho Isinya... [Travel Vlog Jogja]

Museum Benteng Vredeburg, Wisata Jogja Penuh Sejarah!

Indonesia, Tempat Wisata, Travel Vlog

Museum Benteng Vredeburg merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik di Yogyakarta.

Berlokasi di jantung kota, museum ini menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa penting yang terjadi selama masa kolonial Belanda, penguasaan Jepang, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar museum ini.

Mengenal Sejarah Museum Benteng Vredeburg

 

Museum Benteng Vredeburg, Wisata Jogja Penuh Sejarah! Begini Lho Isinya... [ Wisata Di Jogja ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Asal Usul Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg pertama kali dibangun pada tahun 1760 sebagai benteng kompeni oleh pemerintah kolonial Belanda.

Awalnya, bangunan ini dibangun dengan tujuan untuk menjaga keamanan dan mengontrol segala perkembangan yang terjadi di kraton Yogyakarta.

Letaknya yang strategis, hanya satu jarak tembak meriam dari kraton, membuatnya menjadi pusat perhatian dalam konteks pertahanan dan pengawasan.

Pada tahun 1787, pembangunan benteng selesai dan resmi diresmikan sebagai benteng kompeni dengan nama Rustenburgh.

Namun, setelah mengalami gempa bumi pada tahun 1867, benteng ini mengalami pemugaran dan berganti nama menjadi Benteng Vredeburg, yang artinya “perdamaian”.

Benteng Vredeburg pertama kali dibangun pada tahun 1760 sebagai benteng kompeni oleh pemerintah kolonial Belanda.

Peran Penting selama Masa Penguasaan Inggris dan Jepang

Selama masa penguasaan Inggris pada tahun 1811-1816, Benteng Vredeburg menjadi pusat kegiatan pemerintahan Inggris di Yogyakarta.

BACA JUGA :  Touring Ke Lombok : Etape 4 Gilimanuk - Padang Bai Via Singaraja, Bali Utara

Salah satu peristiwa penting yang terjadi di sini adalah penyerangan serdadu Inggris dan kekuatan-kekuatan pribumi ke kraton Yogyakarta pada tahun 1812, yang dikenal dengan peristiwa Geger Sepoy.

Ketika Jepang menguasai Yogyakarta pada tahun 1942, Benteng Vredeburg diambil alih oleh tentara Jepang.

Beberapa bangunan di dalam benteng digunakan sebagai tempat penahanan tawanan perang dan gudang senjata serta amunisi.

[ Baca Juga: Wisata Museum Affandi Yogyakarta ]

Peran selama Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Peran selama Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Benteng Vredeburg diambil alih oleh instansi militer Republik Indonesia.

Namun, pada masa Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948, benteng ini dikuasai oleh pasukan Belanda dan digunakan sebagai markas tentara Belanda serta tempat penyimpanan perbekalan militer.

Pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, pasukan TNI menjadikan Benteng Vredeburg sebagai salah satu sasaran serangan untuk merebut kembali kontrol dari pasukan Belanda.

Setelah mundurnya pasukan Belanda dari Yogyakarta, pengelolaan Benteng Vredeburg dipegang oleh Angkatan Perang Republik Indonesia.

Transformasi menjadi Museum

Pada tahun 1992, berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Benteng Vredeburg diresmikan sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional.

Museum ini memiliki koleksi artefak dan dokumentasi yang menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari masa kolonial hingga kemerdekaan.

Seiring berjalannya waktu, Museum Benteng Vredeburg terus mengalami peningkatan fungsionalitasnya.

Pada tahun 2003, museum ini juga diberi tanggung jawab untuk mengelola Museum Perjuangan Yogyakarta di Brontokusuman, Yogyakarta.

[ Baca Juga: Mampir Sebentar di Tugu Jogja Sebelum Melanjutkan ke Malioboro ]

Pesona Museum Benteng Vredeburg

Selain menjadi tempat yang sarat dengan nilai sejarah, Museum Benteng Vredeburg juga menawarkan pengalaman wisata yang edukatif dan menarik.

Dengan koleksi artefak, pameran interaktif, dan rekonstruksi ruangan-ruangan bersejarah, pengunjung dapat merasakan langsung atmosfer masa lalu dan memahami perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Fungsi Benteng Vredeburg Sebagai Bagian dari Sejarah

Fungsi Benteng Vredeburg Sebagai Bagian dari Sejarah

 

Benteng Vredeburg, dengan sejarahnya yang panjang, memiliki berbagai peran yang berubah seiring dengan waktu.

Mari kita telusuri lebih jauh mengenai fungsi-fungsi yang pernah diemban oleh benteng ini.

BACA JUGA :  Kota Sakai: Surganya Kerajinan Pisau Jepang

1760-1830: Benteng Pertahanan

Pada awalnya, Benteng Vredeburg dibangun sebagai benteng pertahanan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Fungsinya adalah untuk menjaga keamanan dan mengontrol segala perkembangan yang terjadi di sekitar wilayah Yogyakarta.

Letaknya yang strategis, dekat dengan kraton, membuatnya menjadi pusat perhatian dalam konteks pertahanan.

1830-1945: Markas Militer Belanda dan Jepang

Selama periode ini, Benteng Vredeburg berfungsi sebagai markas militer bagi pemerintah kolonial Belanda.

Namun, setelah Jepang menguasai Yogyakarta pada tahun 1942, benteng ini diambil alih oleh tentara Jepang dan digunakan untuk kepentingan militer mereka.

Beberapa bangunan di dalam benteng dijadikan sebagai tempat penahanan tawanan perang dan gudang senjata serta amunisi.

1945-1977: Mabes Militer RI

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Benteng Vredeburg diambil alih oleh Angkatan Perang Republik Indonesia.

Benteng ini kemudian dijadikan sebagai markas militer bagi pemerintah Indonesia.

Fungsinya adalah sebagai pusat komando dan kontrol dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Yogyakarta.

1977-1985: Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara

Pada periode ini, Benteng Vredeburg mengalami perubahan fungsi menjadi Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara.

Fungsinya adalah sebagai pusat informasi dan promosi budaya Indonesia, serta tempat pengembangan seni dan budaya yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

1985-1992: Museum Perjuangan

Pada tahun 1985, Benteng Vredeburg diubah menjadi Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum.

Museum ini bertujuan untuk mengabadikan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

Pengunjung dapat melihat berbagai artefak dan dokumentasi yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

1992-Sekarang: Museum Khusus Perjuangan Nasional

Sejak tahun 1992 hingga sekarang, Benteng Vredeburg berfungsi sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Museum ini menjadi tempat penting bagi masyarakat untuk belajar tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menghargai jasa para pahlawan.

Dengan koleksi artefak, pameran interaktif, dan berbagai kegiatan edukatif, museum ini terus berusaha menjaga dan mempromosikan nilai-nilai patriotisme kepada generasi muda.

BACA JUGA :  Ke Bukit Watugupit Wisata Paralayang Parangtritis Naik Motor! [ Wisata Jogja ]

[ Baca Juga: Jelajahi Wisata Jawa Tengah Terkeren Ini Bersama Teman-Temanmu! ]

Isi Museum Benteng Vredeburg

Isi Museum Benteng Vredeburg

Setelah mengetahui perjalanan sejarah dan berbagai fungsi yang pernah diemban oleh Benteng Vredeburg, mari kita bahas lebih lanjut mengenai isi dari museum ini.

Ruang Pameran Temporer

Ruang ini digunakan untuk pameran-pameran sementara yang berkaitan dengan sejarah, budaya, atau peristiwa tertentu yang relevan dengan tema museum.

Ruang Audio Visual

Ruang ini dilengkapi dengan perangkat audio dan visual yang digunakan untuk menyajikan informasi mengenai sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia secara menarik dan interaktif.

Ruang Auditorium

Ruang ini digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti seminar, diskusi, atau pertunjukan film yang bertemakan sejarah dan budaya Indonesia.

Ruang Studi Koleksi

Ruang ini berisi koleksi artefak dan dokumentasi yang menjadi bahan studi dan penelitian tentang sejarah perjuangan nasional.

Ruang Konservasi

Ruang ini digunakan untuk proses pemeliharaan dan perawatan artefak dan dokumentasi agar tetap terjaga keasliannya dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Ruang Pengenalan

Ruang ini berfungsi sebagai area awal bagi pengunjung untuk memahami konteks sejarah dan tujuan dari museum ini sebelum memasuki ruang pameran utama.

Ruang Game Museum

Ruang ini merupakan fasilitas interaktif yang digunakan untuk menyajikan informasi mengenai sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia secara menyenangkan dan menarik bagi pengunjung, khususnya generasi muda.

[ Baca Juga: Taman Sari, Wisata Yogyakarta Hits Karena Instagram! ]

Peta Lokasi, Alamat dan Harga Tiket Masuk Museum Benteng Vredeburg Di 2024

Jadi, kalau kalian mau berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg, kalian bisa langsung menuju ke alamat berikut:

Alamat: Jalan Margo Mulyo No. 6, Yogyakarta

Nah, kalau soal jam buka, museum ini buka dari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 08.00 pagi sampai 03.30 sore.

Tapi, perlu diingat ya, kalau hari Jumat, museum ini tutupnya juga jam 03.30 sore.

Jam Buka Museum Benteng Vredeburg Di 2024

  • Selasa-Minggu: 08.00-15.30
  • Jumat: 08.00-15.30

Oke, jadi kira-kira itu jam bukanya. Nah, yang paling seru, pasti pengen tahu dong berapa harga tiketnya? Nah, gini nih:

Harga Tiket Museum Benteng Vredeburg Di 2024

  • Dewasa: Rp3.000
  • Anak-anak: Rp2.000
  • Rombongan Dewasa (minimal 20 orang): Rp2.000 per orang
  • Rombongan Anak-anak (minimal 20 orang): Rp1.000 per orang
  • Turis Asing: Rp10.000

Jadi, kalau kalian datang sendiri atau bareng teman, bisa bayar tiket sesuai dengan harga biasanya.

Tapi kalau kalian rombongan, misalnya dari sekolah atau komunitas, bisa dapetin harga khusus.

Wah, keren ya! Mendingan langsung ajak teman-teman pada hari libur nih, seru pasti!


Fahmi

Fahmi adalah kontributor sekaligus penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *