Monkey Forest Ubud: Harga Tiket, Aktivitas Seru!

Monkey Forest Ubud: Harga Tiket, Aktivitas Seru!

Indonesia, Tempat Wisata, Travel Vlog

Monkey Forest Ubud adalah salah satu tempat wisata yang paling populer di Ubud, Bali. Sebagai pengunjung yang sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini, saya akan berbagi pengalaman dan informasi lengkap tentang Monkey Forest Ubud, termasuk aktivitas yang bisa kamu nikmati, keunikan tempat ini, dan bagaimana cara menuju ke sana. Ayo, mari kita mulai petualangan kita di Monkey Forest Ubud!

Monkey Forest Ubud: Sebuah Tempat Cagar Alam dan Candi

 

Main Ke Monkey Forest Ubud, Tiketnya Makin Mahal! [ Wisata Bali ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Monkey Forest Ubud, juga dikenal dengan nama Mandala Suci Wenara Wana, adalah sebuah tempat cagar alam dan kompleks candi yang terletak di desa Padangtegal, Ubud, Bali. Tempat ini terkenal karena menjadi rumah bagi sekitar 1260 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), yang juga dikenal sebagai monyet kera Bali. Monyet-monyet ini hidup bebas di dalam kawasan hutan yang luas.

Menyapa Para Monyet

Salah satu pengalaman yang tak terlupakan di Monkey Forest Ubud adalah berinteraksi dengan para monyet yang tinggal di sana. Monyet-monyet ini memiliki berbagai kelompok yang mendiami wilayah-wilayah berbeda dalam hutan, seperti grup Pura, grup Hutan Baru, grup Sentral Point, grup Timur, grup Michelin, dan grup Kuburan.

Pengunjung dapat menyaksikan monyet-monyet ini dalam aktivitas sehari-hari mereka, seperti bermain, bertarung, merawat anak-anak mereka, dan mencari makanan. Namun, penting untuk berhati-hati dan mengikuti panduan yang telah ditetapkan oleh pengelola Monkey Forest dalam berinteraksi dengan monyet, agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Keindahan Alam dan Tumbuhan

Selain monyet, Monkey Forest Ubud juga dikenal karena keindahan alamnya. Hutan ini memiliki luas sekitar 12,5 hektar dan terdiri dari berbagai jenis pohon dan vegetasi. Terdapat lebih dari 186 spesies pohon yang berbeda di dalam hutan ini, menciptakan lingkungan yang mempesona.

BACA JUGA :  Cerita Dari Event Kembara Kraft Selangor

Ketika kamu menjelajahi hutan ini, kamu akan melihat berbagai jenis tumbuhan, termasuk pohon-pohon tua yang menjulang tinggi dan akar-akar yang menjalar di sekitar batang pohon. Ini adalah tempat yang sempurna untuk para pecinta alam dan fotografer yang ingin mengabadikan keindahan alam Bali.

Mengunjungi Pura-Pura di Monkey Forest Ubud

Selain sebagai tempat cagar alam, Monkey Forest Ubud juga memiliki tiga pura yang penting dalam budaya Bali. Pura-pura ini adalah tempat suci bagi warga setempat dan sering digunakan untuk upacara keagamaan. Berikut adalah ketiga pura tersebut:

1. Pura Dalem Agung Padangtegal

Pura Dalem Agung Padangtegal, juga dikenal sebagai Main Temple, terletak di bagian barat daya Monkey Forest Ubud. Pura ini digunakan untuk memuja Dewa Siwa dalam perwujudan sebagai Shiva, Sang Recycler atau Transformer. Pura ini adalah tempat suci yang penting dalam kehidupan spiritual masyarakat setempat.

2. Pura Beji

Pura Beji terletak di bagian barat laut Monkey Forest Ubud dan digunakan untuk memuja Dewa Gangga. Pura ini juga dikenal sebagai “Holy Spring” bathing temple, tempat orang melakukan pembersihan spiritual dan fisik sebelum upacara keagamaan. Air terjun di sekitar pura ini juga menjadi objek wisata tersendiri.

3. Pura Prajapati

Pura Prajapati terletak di bagian timur laut Monkey Forest Ubud. Pura ini digunakan untuk memuja Dewa Prajapati. Di sekitar pura ini, terdapat sebuah pemakaman yang digunakan untuk sementara waktu sebelum dilakukan upacara kremasi massal, yang biasanya diadakan setiap lima tahun sekali.

Pura-pura ini adalah tempat suci yang sangat penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali, dan pengunjung yang ingin mengunjungi pura-pura ini harus menghormati aturan berpakaian dan tata tertib yang berlaku.

Aktivitas Seru di Monkey Forest Ubud

Sekarang, mari kita bahas beberapa aktivitas seru yang bisa kamu nikmati saat mengunjungi Monkey Forest Ubud:

1. Berinteraksi dengan Monyet

Salah satu daya tarik utama Monkey Forest Ubud adalah berinteraksi dengan monyet-monyet yang tinggal di sana. Kamu dapat menyaksikan kehidupan sehari-hari mereka, mengamati perilaku mereka, dan bahkan memberi makan jika kamu mematuhi panduan yang telah ditetapkan.

Penting untuk diingat bahwa monyet-monyet ini adalah hewan liar, jadi kamu harus berhati-hati dalam berinteraksi dengan mereka. Jangan membawa makanan yang terlalu mencolok, dan hindari menyentuh atau mengganggu mereka secara berlebihan.

2. Menikmati Keindahan Alam

Hutan Monkey Forest Ubud menawarkan pemandangan alam yang memukau. Jelajahi jalur-jalur yang ada dan nikmati keindahan alam Bali, termasuk pohon-pohon raksasa, tumbuhan menjalar, dan sungai batu yang mengalir di dasar hutan.

Jika kamu suka dengan fotografi alam, ini adalah tempat yang sempurna untuk mengambil foto-foto yang menakjubkan. Jangan lupa membawa kamera atau ponsel cerdasmu untuk mengabadikan momen-momen indah di sini.

3. Belajar Tentang Kehidupan Monyet

Di dalam Monkey Forest Ubud, terdapat banyak papan informasi yang menjelaskan tentang kehidupan monyet dan perilaku mereka. Ini adalah kesempatan bagus untuk belajar lebih banyak tentang spesies Macaca fascicularis dan bagaimana mereka hidup di alam liar.

Kamu juga dapat menyaksikan aktivitas sosial monyet-monyet ini, seperti cara mereka merawat anak-anak mereka, berkomunikasi satu sama lain, dan menjalani hierarki dalam kelompok mereka. Observasi ini dapat memberikan wawasan yang menarik tentang kehidupan hewan.

BACA JUGA :  Mampir Sebentar di Tugu Jogja Sebelum Melanjutkan ke Malioboro

4. Berbelanja Kerajinan Lokal

Di sekitar Monkey Forest Ubud, terdapat berbagai toko dan warung yang menjual kerajinan tangan khas Bali. Kamu bisa berbelanja souvenir, seperti ukiran kayu, batik, perak, lukisan, dan banyak lagi. Ini adalah cara yang bagus untuk mendukung para pengrajin lokal dan membawa pulang kenang-kenangan dari perjalananmu.

5. Menikmati Kuliner Lokal

Setelah menjelajahi hutan dan berinteraksi dengan monyet, pastikan untuk mencicipi kuliner lokal di sekitar Monkey Forest Ubud. Ada banyak restoran dan kafe yang menawarkan hidangan khas Bali serta makanan internasional.

Salah satu tempat yang sangat direkomendasikan adalah Bebek Bengil, yang terkenal dengan hidangan bebek panggang dan bebek gorengnya yang lezat. Selain itu, cobalah juga hidangan iga yang lembut dan nikmat saat berkunjung ke tempat ini.

Tips Berguna saat Berkunjung ke Monkey Forest Ubud

Sebelum kamu menuju ke Monkey Forest Ubud, ada beberapa tips berguna yang perlu kamu pertimbangkan:

1. Kenakan Pakaian yang Tepat

Karena Monkey Forest Ubud adalah tempat suci, penting untuk mengenakan pakaian yang sopan. Pakaian lengan panjang dan kain sarung Bali akan membantu kamu untuk tetap menghormati aturan berpakaian yang berlaku.

2. Berhati-hati dengan Barang Berharga

Jangan membawa barang-barang berharga atau makanan yang mencolok saat berkunjung ke sini. Monyet-monyet cenderung tertarik pada barang-barang yang mereka lihat, jadi pastikan untuk menjaga barang-barang berhargamu dengan baik.

3. Patuhi Panduan Pengunjung

Ikuti semua panduan yang telah ditetapkan oleh pengelola Monkey Forest Ubud. Ini termasuk panduan tentang berinteraksi dengan monyet, menjaga kebersihan, dan menghormati tempat suci.

4. Jaga Kebersihan

Selalu jaga kebersihan selama berkunjung ke Monkey Forest Ubud. Tempat ini adalah tempat cagar alam yang perlu dijaga, jadi pastikan untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak lingkungan.

Cara Menuju ke Monkey Forest Ubud

Sekarang, mari kita bahas bagaimana cara menuju ke Monkey Forest Ubud:

Monkey Forest Ubud terletak di desa Padangtegal, Ubud, Bali. Jika kamu berangkat dari Bandara Ngurah Rai, perjalanan menuju Monkey Forest Ubud memerlukan waktu sekitar satu jam dengan jarak tempuh sekitar 36 kilometer. Kamu dapat menggunakan taksi atau layanan transportasi lainnya untuk mencapai tempat ini.

Alamat Monkey Forest Ubud: Jalan Monkey Forest, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ) di Monkey Forest Ubud

Jadi, dengan membaca pertanyaan-pertanyaan umum ini, semoga Kamu memiliki gambaran yang lebih baik tentang apa yang dapat Kamu harapkan saat berkunjung ke Monkey Forest Ubud. Tempat ini tidak hanya menawarkan pengalaman yang menarik dengan interaksi langsung dengan monyet-monyet yang hidup di sana, tetapi juga memiliki fasilitas yang memadai untuk memastikan kenyamanan pengunjung dari berbagai usia.

Jangan lupa untuk selalu berhati-hati saat berinteraksi dengan para monyet dan menjaga kebersihan serta ketertiban selama kunjungan Kamu. Semoga Kamu memiliki waktu yang menyenangkan di Monkey Forest Ubud!

Apakah anak usia 5 Tahun harus memiliki tiket?

Tentu saja, Kamu perlu membeli tiket untuk anak usia 3 hingga 12 tahun agar bisa masuk ke Mandala Wisata Wenara Wana, yang lebih dikenal sebagai Monkey Forest Ubud. Ini adalah ketentuan yang berlaku untuk memasuki kawasan ini.

BACA JUGA :  Berbagai Jenis Tari Kancet Suku Dayak: Memahami Keindahan dan Makna di Balik Gerakan

Apakah anak usia 2 tahun boleh masuk ke Monkey Forest Ubud?

Tentu, semua orang, termasuk anak-anak berusia 2 tahun, diperbolehkan untuk masuk ke Monkey Forest Ubud. Satu hal yang perlu diingat adalah Monkey Forest juga menyediakan fasilitas nursery room untuk anak-anak, yang tentunya merupakan kabar baik untuk para orangtua.

Apakah di Monkey Forest Ubud terdapat mushola?

Sayangnya, hingga saat ini, Monkey Forest Ubud belum memiliki mushola. Namun, bagi pengunjung yang ingin melaksanakan sholat, Kamu bisa menggunakan tempat-tempat yang telah disediakan di sekitar kawasan ini.

Bolehkah pengunjung membawa kereta bayi?

Tentu saja, Kamu boleh membawa kereta bayi saat berkunjung ke Monkey Forest Ubud. Akan tetapi, penting untuk tetap berhati-hati dan menjaga kereta bayi Kamu agar tidak diambil atau diganggu oleh para monyet yang berada di sana.

Apakah bisa diakses untuk pengunjung yang menggunakan kursi roda?

Tentu saja, Monkey Forest Ubud telah memperhatikan aksesibilitas bagi pengunjung yang menggunakan kursi roda. Terdapat beberapa rute di dalam kawasan ini yang memungkinkan akses bagi mereka yang menggunakan kursi roda, salah satunya adalah rute yang mengarah ke candi utama. Kamu tidak perlu khawatir akan kesulitan menjelajahi tempat ini jika Kamu atau salah satu anggota rombongan Kamu menggunakan kursi roda.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjelajah Monkey Forest Ubud?

Biasanya, Kamu akan memerlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk mengunjungi seluruh tempat yang ada di Monkey Forest Ubud. Namun, ini dapat bervariasi tergantung pada seberapa lama Kamu ingin berinteraksi dengan para monyet atau berlama-lama menikmati keindahan alam di sekitar tempat ini.

Apakah Monkey Forest Ubud menerima pembayaran dengan kartu kredit?

Ya, Monkey Forest Ubud menerima pembayaran dengan kartu kredit. Kamu dapat dengan mudah menggunakan kartu kredit Kamu untuk bertransaksi, seperti membeli tiket masuk atau melakukan pembelian lainnya selama kunjungan Kamu ke sini. Ini memberikan kenyamanan tambahan bagi para pengunjung.

Apakah bisa dikunjungi oleh wanita yang sedang mengalami haid/datang bulan?

Tentu saja, wanita yang sedang mengalami haid atau datang bulan tetap diperbolehkan untuk mengunjungi Monkey Forest Ubud. Tidak ada larangan khusus terkait hal ini. Namun, seperti selama kunjungan ke tempat-tempat umum lainnya, selalu penting untuk menjaga kebersihan diri dan selalu siap dengan perlengkapan yang diperlukan.

Apakah pengunjung bisa melakukan reservasi sebelumnya?

Sayangnya, saat ini Monkey Forest Ubud tidak menerima reservasi sebelumnya. Kamu hanya perlu membeli tiket masuk di loket yang tersedia pada saat Kamu tiba di sana. Oleh karena itu, disarankan untuk datang dengan waktu yang cukup agar Kamu tidak perlu antre terlalu lama.

Apakah tersedia shuttle bus untuk transportasi pengunjung?

Ya, Monkey Forest Ubud menyediakan shuttle bus untuk transportasi pengunjung. Ini adalah fasilitas yang sangat membantu bagi para wisatawan yang ingin mencapai lokasi ini dengan nyaman. Kamu dapat mengecek jadwal dan lokasi penjemputan shuttle bus untuk memudahkan perjalanan Kamu.

Berapa biaya yang dikenakan untuk menaiki shuttle bus?

Hal yang menarik adalah penggunaan shuttle bus ini tidak dikenakan biaya tambahan. Ini artinya, Kamu dapat menggunakan fasilitas shuttle bus ini tanpa perlu membayar lebih. Hal ini tentunya memberikan nilai tambah dan kenyamanan ekstra bagi para pengunjung yang ingin menghemat biaya transportasi selama kunjungan ke Monkey Forest Ubud.

Kesimpulan

Monkey Forest Ubud adalah salah satu tempat wisata yang menarik di Bali yang menawarkan pengalaman unik berupa interaksi dengan monyet, keindahan alam, dan ketenangan hutan. Selain itu, tempat ini juga memiliki nilai budaya yang tinggi dengan adanya tiga pura yang penting.

Jika kamu merencanakan perjalanan ke Bali, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Monkey Forest Ubud. Pastikan untuk mengikuti panduan yang telah ditetapkan dan menghormati lingkungan serta budaya setempat saat menjelajahi tempat ini. Selamat menjelajah ke dunia yang penuh dengan keajaiban di Monkey Forest Ubud!


Fahmi

Fahmi adalah kontributor sekaligus penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *