Travel Vlogger Indonesia, menginspirasi lewat travel vlog Indonesia, berbagi informasi liburan dan vlog jalan jalan!

Manafo Tradisi Mengunyah Sirih Pinang Atau Menginang Ala Orang Nias

Travel Vlog

Tradisi mengunyah sirih pinang ini sebenarnya banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tak hanya di Pulau Nias, tradisi mengunyah sirih pinang atau menginang juga dilakukan di pulau lain seperti Jawa, Papua, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

Kegiatan mengunyah sirih pinang atau menginang ini dilakukan baik oleh perempuan maupun laki-laki. Orang Nias mengenalnya sebagai tradisi Manafo.

Manafo ini adalah tradisi bersirih atau menginang yang dilakukan dengan cara mengunyah bahan-bahan seperti tawuo (daun sirih), betua (kapur), gambe (daun gambir), bago (tembakau), dan fino (buah pinang). Racikan kelima bahan tersebut dikenal dengan nama Afo.

Manafo dianggap sebagai simbol budaya dan kadang menjadi bagian dari acara adat di Nias. Misalnya seperti acara penyambutan tamu kehormatan, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, atau tamu lain dari luar daerah.

Penasaran seperti apa sih tradisi mengunyah siring pinang di Nias ini? Tonton sampai selesai travel vlognya, dan jangan lupa like, share, subscribe!

 

Manafo Tradisi Mengunyah Sirih Pinang Atau Menginang Ala Orang Nias [ Pesona Indonesia ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

—--
My Instagram : instagram.com/catperku
My Travel Blog : catperku.com

BACA JUGA :  Hakuba Iwatake Buggy Cruise Experience

[email protected]

Fahmi adalah penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *