Wisata Semarang Klenteng Sam Poo Kong

Wisata Semarang Klenteng Sam Poo Kong

Indonesia, Tempat Wisata, Travel Vlog

Klenteng Sam Poo Kong adalah salah satu destinasi wisata bersejarah yang harus kamu kunjungi saat berada di Semarang.

Dengan lokasi yang mudah diakses, tiket masuk yang terjangkau, dan sejarah yang kaya, tidak ada alasan untuk tidak menikmati keindahan dan keberadaan klenteng ini.

Jadi, pastikan kamu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong saat berada di Semarang!

Video Blog Mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong: Petilasan Bersejarah di Semarang

 

Wisata Semarang : Klenteng Sam Po Kong [ Pesona Indonesia ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Lokasi Strategis Klenteng Sam Poo Kong

Saat berada di Semarang, jangan lewatkan untuk mengunjungi klenteng yang juga dikenal sebagai Klenteng Gedung Batu ini.

Klenteng ini terletak di Jalan Simongan No. 129, Bongsari, Semarang Barat, Jawa Tengah.

Jaraknya sekitar 4,1 km atau sekitar 12 menit perjalanan dari pusat kota Semarang, terutama dari Simpang Lima.

Lokasinya yang strategis membuatnya mudah diakses baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

BACA JUGA :  Video Drone Danau Toba Dari Beberapa Sisi!

Rute Menuju Klenteng Sam Poo Kong

Untuk mencapai Klenteng Sam Poo Kong dari Simpang Lima, kamu dapat memilih dua rute yang tersedia.

Pertama, melalui Jalan Semarang-Surakarta, kemudian belok kanan ke Jalan Veteran.

Ikuti jalan tersebut hingga kamu mencapai Jalan Kaligarang, lalu belok kiri.

Teruskan perjalanan hingga melewati Jembatan Kaligarang, kemudian belok kiri lagi hingga tiba di Klenteng ini.

Alternatif kedua adalah melalui Jalan Pahlawan menuju depan Polda Jawa Tengah, lalu lanjutkan ke Jalan Veteran dengan rute yang sama seperti sebelumnya.

Kedua rute ini akan membawamu ke destinasi dengan mudah.

[ Baca Juga: Informasi Rute Jalur BRT Trans Semarang Terbaru! ]

Tiket Masuk dan Jam Operasional Klenteng Sam Poo Kong Di 2024

Tiket Masuk dan Jam Operasional Klenteng Sam Poo Kong Di 2024

Biaya tiket masuk Klenteng Sam Poo Kong di 2024 sangat terjangkau.

Pada hari kerja, harga tiketnya adalah Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp7.000 untuk orang dewasa.

Sedangkan pada akhir pekan, harga tiket naik menjadi Rp8.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk orang dewasa.

[ Baca Juga: 10 Oleh-Oleh Khas Semarang Legendaris, Kekinian, Hits! ]

Mengetahui Lebih dalam Sejarah Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng yang terkenal di daerah Semarang ini memang memiliki sejarah yang kaya dan menarik.

Awalnya, tempat ini adalah sebuah masjid kuno yang didirikan oleh penjelajah muslim asal Tiongkok, Zheng He atau Cheng Ho, seperti yang terdapat dalam buku Sejarah Islam di Jawa.

Ketika Cheng Ho melakukan pelayaran politik dan dagang di sepanjang pantai laut Jawa, salah satu awak kapalnya, Wang Jinghong, mengalami sakit parah.

Maka dari itu, Cheng Ho memutuskan untuk merapat ke pantai utara Semarang pada tahun 1401 M.

Di tempat tersebut, Cheng Ho mendirikan sebuah masjid tepi pantai yang kini telah berubah fungsi menjadi Klenteng Sam Poo Kong.

BACA JUGA :  Rumah Inspirasi Subang: Menyelami Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

Jejak Laksamana Cheng Ho di Semarang

Jejak Laksamana Cheng Ho di Semarang

Menurut legenda yang tersebar luas, Laksamana Cheng Ho, seorang tokoh terkenal dari Tiongkok, berlayar melintasi Laut Jawa dengan armadanya.

Saat melewati wilayah Semarang, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit, sehingga Cheng Ho memutuskan untuk merapat ke Pantai Utara Semarang.

Di tempat itu, Cheng Ho mendirikan sebuah masjid untuk beristirahat dan berdoa.

Tempat itu kemudian berkembang menjadi Kelenteng Sam Poo Kong yang terkenal saat ini.

Cerita ini memberi warna dan makna mendalam bagi sejarah klenteng, menghubungkan masa lalu dengan kehadiran sekarang.

Peran Cheng Ho dalam Pembangunan Masjid Jingjue

Tidak hanya membangun Kelenteng Sam Poo Kong, Cheng Ho juga membangun kembali Masjid Jingjue yang sempat hancur terbakar pada masa lalu.

Masjid ini merupakan bagian penting dari sejarah Islam di Semarang, menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Kehadiran masjid ini menunjukkan toleransi antaragama yang sudah ada sejak lama di Indonesia, di mana klenteng dan masjid berdampingan sebagai bagian dari keberagaman budaya dan agama.

Kompleks Bangunan Kelenteng Sam Poo Kong

Kompleks Bangunan Kelenteng Sam Poo Kong

Kelenteng ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga penjaga sejarah dan warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Semarang dan Indonesia secara keseluruhan.

Dengan menyelami cerita dan jejak Laksamana Cheng Ho, pengunjung dapat menghargai keragaman budaya dan spiritualitas yang melingkupi klenteng ini.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam tentang kekayaan sejarah di Kelenteng Sam Poo Kong saat berkunjung ke Semarang.

Bangunan Utama: Sam Poo Kong

Bangunan utama klenteng ini menampilkan arsitektur yang mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa pada abad ke-14.

BACA JUGA :  Tutorial Cara Beli Minuman di Vending Machine di Jepang!

Relief yang menggambarkan ekspedisi Cheng Ho diukir di dinding luar bangunan, memberi pengunjung gambaran tentang perjalanan dan kegiatan Laksamana Cheng Ho.

Patung-patung kecil juga menandai kedatangan Cheng Ho pada tahun-tahun tertentu, menciptakan nuansa sejarah yang hidup di dalam klenteng ini.

Kelenteng Kyai Juru Mudi

Tempat ini didedikasikan untuk menghormati Kyai Juru Mudi Dampo Awang atau Wang Jing Hong, kapten kapal yang mengiringi Cheng Ho.

Klenteng ini menjadi situs makam asli Wang Jing Hong, menampilkan nilai-nilai kebersamaan dan penghargaan terhadap tokoh bersejarah.

Kelenteng Dewa Bumi

Bagian klenteng ini dipersembahkan untuk memberi penghormatan kepada Dewa Bumi.

Dengan penjagaan yang kuat dari Houw Ciang Kun, yang digambarkan sebagai harimau hitam, klenteng ini menjadi tempat untuk refleksi dan koneksi spiritual dengan alam.

[ Baca Juga: Jelajahi Wisata Jawa Tengah Terkeren Ini Bersama Teman-Temanmu! ]

Gabungan Arsitektur Cina dan Jawa

Wisata Semarang Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong merupakan contoh arsitektur yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Jawa.

Bangunannya seluas 1.020 meter persegi mencerminkan pengaruh arsitektur dari kedua budaya tersebut pada abad ke-14.

Ini membuat tempat wisata di Semarang ini menjadi salah satu klenteng Cina tertua yang masih berdiri kokoh di Semarang.

Pengalaman Berkunjung yang Menarik

Ketika kamu mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong, kamu tidak hanya akan menikmati keindahan arsitekturnya, tetapi juga merasakan atmosfer religius yang kental.

Klenteng ini menjadi tempat yang tepat untuk mencari kedamaian dan melakukan refleksi.


Fahmi

Fahmi adalah kontributor sekaligus penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *