Kebun Raya Bogor: Keajaiban Botani di Pusat Kota Bogor

Kebun Raya Bogor: Keajaiban Botani di Pusat Kota Bogor

Indonesia, Tempat Wisata, Travel Vlog

Saat kamu mengunjungi Kota Bogor, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi salah satu keajaiban alamnya, yaitu Kebun Raya Bogor atau yang dikenal juga sebagai Kebun Botani Bogor. Kebun ini adalah salah satu kebun botani terbesar dan tertua di Indonesia, yang juga dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berlokasi di pusat kota Bogor, tepat bersebelahan dengan kompleks Istana Bogor, Kebun Raya Bogor menawarkan pengalaman yang tak terlupakan dalam mengeksplorasi keanekaragaman flora Indonesia.

Memasuki Dunia Kebun Raya Bogor

 

Suara Serangga Bernyanyi Di Kebun Raya Bogor
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Sejarah Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1817 di bawah pemerintahan Hindia Belanda. Lokasi awalnya adalah bagian dari “samida” atau hutan buatan yang didirikan pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda. Hutan ini diciptakan untuk melindungi bibit-bibit tanaman langka. Namun, hutan ini ditinggalkan dan terbengkalai setelah runtuhnya Kerajaan Sunda pada abad ke-16.

Pada tahun 1744, Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) mendirikan sebuah taman dan wastu di lokasi yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor. Namun, perkembangan sebenarnya dimulai ketika Thomas Stamford Raffles, seorang pejabat Inggris yang ditunjuk sebagai Letnan-Gubernur Jawa pada tahun 1811, mengambil alih Istana Buitenzorg (sekarang dikenal sebagai Istana Bogor) sebagai kediamannya.

Raffles memiliki minat yang besar dalam botani, dan dengan bantuan ahli botani seperti W. Kent, yang terlibat dalam pembangunan Kew Garden di London, Raffles merubah halaman Istana Bogor menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya yang sekarang.

Salah satu momen bersejarah dalam sejarah Kebun Raya Bogor adalah tahun 1814, ketika Olivia Raffles, istri Thomas Stamford Raffles, meninggal dunia dan dimakamkan di Batavia. Sebagai penghormatan padanya, sebuah monumen didirikan di Kebun Raya Bogor.

‘s Lands Plantentuin te Buitenzorg

Pada tahun 1817, Caspar Georg Karl Reinwardt, seorang ahli botani Belanda kelahiran Prusia, diangkat sebagai kepala pertanian, seni, dan sains di tanah koloni oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda. Reinwardt tertarik dalam penelitian tanaman obat, dan dia adalah salah satu pendiri Herbarium Bogoriense.

Pada tahun 1818, Reinwardt mengusulkan pendirian Kebun Raya, yang mendapat dukungan dari Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Kebun Raya tersebut secara resmi didirikan pada tanggal 18 Mei 1817 dengan nama “s Lands Plantentuin te Buitenzorg,” yang berarti “Kebun Raya di Buitenzorg.”

Reinwardt menjadi direktur utama kebun ini selama lima tahun pertama, dan dia mengumpulkan berbagai jenis tanaman dan biji-bijian yang memiliki potensi ekonomi dari seluruh kepulauan Nusantara untuk budidaya. Pekerjaannya dalam taksonomi juga diteruskan oleh Carl Ludwig Blume pada tahun 1823, yang mencatatkan 914 spesies tanaman dalam koleksi kebun ini.

BACA JUGA :  Pantai Dengan Sunset Terindah Di Sumbawa!

Pada tahun 1822, Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi lengkap terhadap tanaman koleksi di kebun. Blume juga menciptakan katalog pertama dari koleksi tanaman di kebun ini.

Perkembangan Selanjutnya dan Pusat Penelitian

Selama bertahun-tahun, Kebun Raya Bogor terus berkembang di bawah kepemimpinan berbagai ahli botani terkenal seperti Johannes Elias Teijsmann, Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, dan Melchior Treub. Kebun ini tidak hanya menjadi tempat budidaya tanaman tropis yang menguntungkan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat penelitian utama dalam bidang pertanian dan hortikultura.

Seiring berjalannya waktu, Kebun Raya Bogor menjadi rumah bagi banyak lembaga ilmiah, termasuk Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA. Hal ini membuktikan bahwa peran kebun ini dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia sangatlah signifikan.

Ke Kebun Raya Bogor: Pengalaman yang Tak Terlupakan

Ke Kebun Raya Bogor: Pengalaman yang Tak Terlupakan

 

Kini, Kebun Raya Bogor bukan hanya pusat penelitian botani, tetapi juga tujuan wisata populer, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau sekitar Rp 30.000, kamu dapat menjelajahi kebun yang luas ini dan menikmati keanekaragaman tumbuhan yang ada.

Di sekitar Kebun Raya Bogor, terdapat pusat-pusat ilmiah seperti Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA yang menambah daya tariknya sebagai tempat wisata.

Kebun Raya Bogor juga memiliki sejumlah nama lain selama sejarahnya, seperti ‘s Lands Plantentuin, Syokubutzuer (selama pendudukan Jepang), Botanical Garden of Buitenzorg, Botanical Garden of Indonesia, Kebun Gede, dan Kebun Jodoh. Namun, apa pun namanya, kebun ini tetap menjadi salah satu harta berharga Indonesia yang patut dijelajahi.

Eksplorasi Koleksi Pohon dan Tumbuhan di Kebun Raya Bogor

Dengan koleksi pohon dan tumbuhan yang mengagumkan serta sejarah yang kaya, Kebun Raya Bogor merupakan tempat yang luar biasa untuk dikunjungi. Dari bunga bangkai yang mencolok hingga pohon kelapa sawit tertua, kebun ini menawarkan pengalaman eksplorasi alam yang tak terlupakan.

Selain itu, peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di dalamnya, seperti penanaman bunga bangkai, peringatan ulang tahun ke-189, kerusakan akibat badai, tragedi batang randu, dan kunjungan oleh pemimpin dunia seperti Barack Obama, menambahkan dimensi yang menarik ke dalam keberadaan Kebun Raya Bogor.

Jadi, jika kamu adalah pecinta alam, sejarah, atau hanya ingin merasakan kedamaian alam dalam suasana yang indah, Kebun Raya Bogor adalah tempat yang sempurna untuk menjelajah. Temukan keajaiban alam dan cerita-cerita menarik di setiap sudutnya, dan jadikan kunjunganmu ke kebun ini sebagai pengalaman yang tak terlupakan.

Bunga Bangkai: Keajaiban Aroma yang Menyengat

Ketika kamu berada di Kebun Raya Bogor, salah satu hal yang pasti akan mencuri perhatianmu adalah bunga bangkai atau Amorphophallus titanum. Bunga ini merupakan daya tarik utama kebun ini karena memiliki ciri khas yang unik. Saat mendekati mekar, bunga bangkai ini mengeluarkan aroma yang sangat kuat dan tidak sedap, mirip dengan bau bangkai. Namun, jangan biarkan aromanya mengecohmu, karena ini adalah salah satu fenomena alam yang luar biasa.

Amorphophallus titanum adalah jenis bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan. Bunga ini dapat mencapai tinggi hingga 2 meter, dan kebesaran serta keunikannya membuatnya menjadi salah satu atraksi yang paling dicari oleh pengunjung Kebun Raya Bogor.

Pohon Kelapa Sawit Tertua di Asia Tenggara

Selain bunga bangkai yang mencolok, Kebun Raya Bogor juga memiliki koleksi pohon yang menakjubkan. Salah satu yang patut dicatat adalah pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup hingga saat ini. Pohon ini menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa sepanjang sejarah kebun ini. Pohon kelapa sawit ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menjadi salah satu aset berharga Kebun Raya Bogor.

BACA JUGA :  Kalayang Skytrain Soekarno-Hatta: Skytrain Pertama di Indonesia

Peristiwa Penting dalam Sejarah Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor bukan hanya tempat eksplorasi alam yang menakjubkan, tetapi juga menjadi saksi sejumlah peristiwa penting selama bertahun-tahun. Beberapa di antaranya adalah:

Penanaman Bunga Bangkai

Pada tanggal 19 Desember 1992, Kebun Raya Bogor menjadi saksi dari momen bersejarah ketika bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum ditanam di sini. Bunga ini berasal dari Muara Aimat, Jambi, dengan berat umbi mencapai 100 kilogram.

Proses pertumbuhannya sangat menarik karena dalam waktu singkat, tanaman ini tumbuh dengan cepat. Lima hari setelah tunas pertama muncul, tingginya sudah mencapai 1,5 meter.

Bunga bangkai adalah spesies langka yang dilindungi, dan Kebun Raya Bogor memainkan peran penting dalam upaya pelestariannya dan penelitian ilmiah terkait bunga ini.

Tugu Peringatan Reinwardt

Pada tanggal 16 Mei 2006, Kebun Raya Bogor merayakan ulang tahunnya yang ke-189. Dalam perayaan ini, Kedutaan Besar Jerman bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meresmikan Tugu Peringatan Reinwardt.

Monumen ini dibangun di dalam kompleks kebun dan diresmikan oleh Kepala LIPI saat itu, Umar Anggara Jenie, dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Joachim Broudré-Gröger.

Peringatan ulang tahun ini juga diwarnai dengan acara “ASEAN-China Workshop Botanical Garden on Management and Plant Conservation,” yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di bidang perkebunan dan konservasi tumbuhan di kawasan ASEAN-Tiongkok.

Rusak Akibat Badai

Pada tanggal 1 Juni 2006, Kebun Raya Bogor mengalami musibah ketika sekitar 124 pohon, banyak di antaranya berusia di atas 100 tahun, tumbang akibat angin kencang dan badai. Ini adalah peristiwa yang mengguncang kebun ini, dan pembenahan serta pemulihan pohon-pohon tersebut memerlukan waktu yang cukup lama.

Kerugian material yang diakibatkan oleh badai ini mencapai miliaran rupiah, sementara kerugian imaterialnya tidak dapat diukur dengan mudah karena banyak pohon koleksi yang sudah sangat tua menjadi korban dari bencana alam tersebut.

Tragedi Batang Randu

Pada tanggal 4 Juli 2005, sebuah tragedi terjadi di Kebun Raya Bogor ketika seorang anak berusia 8 tahun bernama Mediana Nurcahyani tewas dan 11 orang lainnya luka-luka akibat tertimpa oleh batang randu (kapuk) saat sedang berpiknik dan makan siang di bawah pohon dalam kebun ini. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pengunjung dan pemeliharaan pohon-pohon di dalam kebun.

Kunjungan Barack Obama

Pada tanggal 30 Juni 2017, mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengunjungi Kebun Raya Bogor sebagai bagian dari kunjungannya ke Indonesia. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Obama di Istana Kepresidenan Bogor. Kemudian, keduanya menghabiskan waktu bersama sambil menikmati berbagai makanan ringan di Grand Garden Cafe di dalam kawasan Kebun Raya Bogor.

Kunjungan ini merupakan momen persahabatan antara dua negara dan bukti bahwa Kebun Raya Bogor tidak hanya menjadi tempat wisata alam yang menarik, tetapi juga menjadi tempat pertemuan penting antara pemimpin dunia.

Pembangunan dan Pembongkaran Landasan Helikopter

Pada tanggal 20 November 2006, pemerintah Bogor bersiap menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Mereka membangun landasan helikopter di daerah serapan air di Kebun Raya Bogor untuk mendaratkan helikopter presiden. Namun, akhirnya landasan ini tidak digunakan karena helikopter yang membawa Presiden AS mendarat di tempat lain.

Pembangunan landasan helikopter ini menjadi bukti bahwa Kebun Raya Bogor memiliki nilai strategis dalam hubungan diplomatik antarbangsa. Meskipun landasan tersebut telah dibongkar, ini adalah salah satu peristiwa yang menarik dalam sejarah kebun ini.

BACA JUGA :  Naik Bus Tingkat Jelajah Wisata Kuala Lumpur! [ 3 Hari Liburan Ke Malaysia Part 1 ]

Panduan Lengkap: Alamat, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk Kebun Raya Bogor Terbaru 2024

Membaca informasi ini, kamu akan siap untuk menjelajahi Kebun Raya Bogor dengan informasi lengkap tentang alamat, jam buka, dan harga tiket masuk. Selamat bersenang-senang dan nikmati keindahan alam serta keajaiban alam yang ditawarkan oleh kebun ini!

Alamat Kebun Raya Bogor

Kamu ingin menjelajahi keindahan alam Kebun Raya Bogor? Berikut adalah alamat lengkapnya:

Alamat: Jl. Ir. H. Juanda No.13, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122

Jam Buka Kebun Raya Bogor

Supaya kamu bisa merencanakan kunjunganmu dengan baik, perhatikan jam buka Kebun Raya Bogor berikut:

Senin – Jumat: 08.00 – 16.00 WIB

Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional: 07.00 – 16.00 WIB

Kamu bisa datang pada hari kerja atau akhir pekan, tergantung pada jadwalmu. Namun, jika kamu ingin menghindari kerumunan, kunjungi saat hari kerja karena biasanya lebih sepi.

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Bogor Di 2024

Sekarang, mari bahas harga tiket masuk. Harga tiketnya bervariasi tergantung pada hari dan statusmu sebagai wisatawan domestik atau wisatawan asing. Berikut daftar harganya:

Senin – Jumat:

  • Domestik: Rp. 15.500
  • Wisatawan Asing: Rp. 15.500
  • Sewa Sepeda: Rp. 15.000

Sabtu, Minggu, Hari Libur Nasional:

  • Domestik: Rp 25.500
  • Wisatawan Asing: Rp 25.500
  • Sewa Sepeda: Rp 20.000

Selain itu, jika kamu datang dengan kendaraan pribadi, ada biaya tambahan untuk parkir:

  • Mobil: Rp. 50.000
  • Motor: Rp. 5.000

Saat memilih hari untuk berkunjung, pertimbangkan biaya tiket masuk dan parkir. Hari kerja mungkin lebih ekonomis, tetapi jika kamu punya lebih banyak waktu pada akhir pekan, kunjungan akhir pekan bisa menjadi pilihan yang bagus.

Akses Masuk ke Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor memiliki beberapa pintu masuk. Untuk memudahkan aksesmu, berikut adalah pintu-pintu masuk yang bisa kamu gunakan:

1. Pintu 1

Pintu 1 adalah salah satu pintu masuk utama ke Kebun Raya Bogor. Kamu bisa memasuki kebun ini melalui pintu ini dan segera memulai petualanganmu menjelajahi keindahan alam yang menakjubkan.

2. Pintu 3

Pintu 3 juga merupakan pintu masuk yang bisa kamu gunakan. Lokasinya mungkin lebih dekat dengan tujuanmu di dalam kebun. Jadi, jika kamu ingin mencapai area tertentu dengan lebih cepat, pintu ini bisa menjadi pilihan.

Visitor Center Kebun Raya Bogor

Untuk informasi lebih lanjut atau jika kamu memiliki pertanyaan seputar Kebun Raya Bogor, jangan ragu untuk menghubungi Visitor Center mereka. Berikut adalah nomor kontaknya:

Visitor Center Kebun Raya Bogor:

  • Telepon: 0251-8311362
  • WhatsApp: 0852-1566-8934

Tips Tambahan

Sebelum kamu berkunjung, ada beberapa tips tambahan yang mungkin berguna:

1. Periksa Jadwal Khusus

Kebun Raya Bogor terkadang memiliki jadwal khusus atau acara tertentu. Sebelum berkunjung, cek jadwal ini agar kamu tidak ketinggalan pengalaman menarik apa pun yang sedang berlangsung.

2. Siapkan Perlengkapan

Pastikan kamu mempersiapkan perlengkapan seperti topi, kacamata hitam, sunblock, dan air minum, terutama jika kamu berkunjung pada hari yang terik. Kenyamananmu selama kunjungan sangat penting.

3. Hormati Lingkungan

Kamu berada di kebun raya yang indah, jadi pastikan kamu menjaga kebersihan dan keindahan alam ini. Buang sampah pada tempatnya dan hormati tumbuhan serta hewan di sekitar.

4. Jangan Lupa Kamera

Pastikan kamu membawa kamera atau ponselmu yang memiliki kualitas kamera baik. Kebun Raya Bogor penuh dengan pemandangan yang layak diabadikan.

Kesimpulan

Kebun Raya Bogor adalah salah satu tempat yang paling menarik untuk dikunjungi di Indonesia. Ini bukan hanya kebun botani yang luar biasa, tetapi juga merupakan bagian integral dari sejarah ilmu pengetahuan di Indonesia. Saat kamu mengunjungi Kebun Raya Bogor, kamu tidak hanya akan terpesona oleh keindahan tumbuhan yang ada, tetapi juga akan merasakan koneksi dengan masa lalu yang kaya dan beragam. Jadi, jika kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi Bogor, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keajaiban botani di Kebun Raya Bogor.


Fahmi

Fahmi adalah kontributor sekaligus penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *