Jelajah Wisata Budaya Di Pulau Wakatobi

Indonesia, Tempat Wisata, Travel Vlog

Sebagai salah satu destinasi prioritas di Sulawesi Tenggara, keindahan surga wisata bawah laut Wakatobi sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Namun, apakah Kamu tahu kalau di Kabupaten Wakatobi ini, ada sebuah desa budaya sekaligus bersejarah dengan pesona wisata tidak tertandingi? Iya, desa itu adalah Desa Liya Togo yang terletak di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, dan berjarak hanya 15 menit dari pusat kota Kabupaten Wakatobi.

Mau Wisata Budaya dan Bahari, Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi Wajib Disambangi!

 

Jelajah Pulau Wakatobi [ Wisata Budaya Wakatobi ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Apa yang spesial di Desa Wisata Liya Togo?

Saking kayanya akan budaya, pesona alam, dan bangunan bersejarahnya yang masih berdiri kokoh, desa ini masuk 50 besar desa wisata terbaik dari Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021!

Selain itu, Desa Liya Togo juga merupakan satu-satunya desa budaya di Kabupaten Wakatobi.

Desa ini masih sarat akan budaya dan tradisi yang masih tetap dijalankan hingga kini.

Bangunan-bangunan bersejarahnya yang telah berumur ratusan tahun pun masih berdiri kokoh.

Kamu ingin tahu lebih detail tentang Desa Liya Togo? Yuk, simak di bahasan berikut!

1. Mengagumi wisata alam yang memukau

Salah satu aktivitas seru yang bisa Kamu lakukan di Desa Liya Togo adalah snorkeling.

Surga bawah lautnya dipenuhi dengan terumbu karang yang cantik, ikan hias yang lucu, dan rumput laut yang dibudidayakan. Sangat sayang untuk dilewatkan, ya?

Bagi Kamu yang ingin mencari spot selfie, coba mampir ke Mata Air Kohonda’o yang sejuk dan airnya jernih.

Kalau mau berendam, di dekatnya ada sumber air panas Uwe Kohonda’o. Panorama alam di sekitarnya dijamin membuat mata takjub!

2. Mengunjungi bangunan bersejarah

Tahukah Kamu, kalau Desa Liya Togo memiliki dua bangunan bersejarah yang masih eksis dan terawat hingga kini?

BACA JUGA :  Kereta Api Uap Jaladara Solo: Rute, Harga, Cara Beli Tiket

Kedua bangunan tersebut adalah Benteng Liya yang mengelilingi desa dan Masjid Mubarok.

Keduanya merupakan peninggalan Kerajaan Buton yang juga merupakan destinasi wisata budaya di Wakatobi.

Benteng Liya atau juga dikenal sebagai Benteng Keraton terbuat dari batu-batu gunung yang tinggi dan memiliki luas sebesar 52 hektare dengan tiga lapisan.

Di dalam lapisan inti benteng, berdiri Masjid Mubarok yang telah dibangun sejak tahun 1546 dan memiliki ciri khas arsitektur abad ke-20.

3. Mencicipi kuliner yang menggoyang lidah

Kamu tahu enggak? Kalau ibu-ibu Desa Liya Togo doyan memasak berbagai macam kuliner yang tidak bisa ditemukan di tempat lain!

Beberapa cemilan yang bisa Kamu jadikan sebagai oleh-oleh untuk orang rumah adalah soami, sirup tangkulela, keripik singkong, keripik ikan, juga lumpia isi abon ikan.

Sementara kuliner khas Desa Liya Togo yang bisa Kamu cicipi di sana adalah perangi atau sashimi ala Wakatobi, karasi yang terbuat dari tepung beras menjadi seperti mie kering, olahan ikan Dole yang berbentuk seperti nugget, hesoami dan hegule, hingga jus sampalu.

Jelajah Budaya Pulau Wakatobi

Sumber foto : liyatogo.village

4. Menyaksikan beragam budaya

Siap-siap terpukau sama ragam budaya Desa Liya Togo. Bejibun tradisi, permainan, dan adat istiadat masih eksis di desa ini.

Begitu Kamu sampai ke gerbang desa, Kamu akan dipakaikan kain khas Desa Liya Togo dan disambut oleh tamburu serta tarian honari mosega.

Berikutnya, ada tarian lariangi yang ditarikan lemah gemulai oleh para wanita desa.

Jangan lupa juga untuk menyaksikan karia’a, upacara pendewasaan untuk anak laki-laki dan perempuan desa, serta mencoba kansalu, permainan tradisional yang cara bermainnya adalah dengan menendang bambu sampai mengenai target.

5. Bermalam di homestay tradisional

Kamu enggak ingin pulang cepat meninggalkan Desa Liya Togo salah satu destinasi wisata budaya di Wakatobi?

Jangan khawatir, desa ini menyediakan homestay tradisional yang merupakan rumah panggung khas desa.

Homestay ini sudah dilengkapi fasilitas yang nyaman bagi tamu yang menginap.

Menerapkan konsep CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability), seisi rumah sudah disterilisasi.

Toiletnya pun sudah modern dan juga steril. Jadi, Kamu bisa menikmati liburan di desa ini dengan nyaman.

6. Membungkus oleh-oleh khas Wakatobi

Selain pandai memasak, ibu-ibu serta warga desa lainnya juga pandai membuat kerajinan tangan, lho!

Kamu bisa menyaksikan kelihaian tangan-tangan yang membuat produk fesyen seperti kain tenun (homoru) yang dijadikan sarung, selendang, ikat kepala, hingga tas.

Untuk produk kriya, ada anyaman tikar yang berbahan daun pandan, olahan limbah menjadi tas, juga Katu Bangko (Tudung Saji) yang estetik. Wajib dibeli buat jadi buah tangan nih!

10 Aktivitas Yang Bisa Kamu Lakukan Saat Berkunjung ke Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Kamu, sudah pernah berkunjung ke Sulawesi Tenggara belum? Kalau belum, kamu wajib mampir ke salah satu destinasi wisata unggulannya, yaitu Wakatobi!

BACA JUGA :  Sea Life Malaysia Review, Seperti Apa Sih Bagian Dalamnya?

Wakatobi atau surga wisata bahari kebanggaan Sulawesi ini dikenal sebagai kepingan surga nyata yang eksistensinya telah mendunia, lho!

Pokoknya, Kamu enggak akan nyesel menginjakkan kaki di kabupaten yang beribu kota di Wangi-Wangi tersebut.

Biar enggak penasaran, ini dia daftar aktivitas wisata budaya atau alam yang seru di Wakatobi!

1. Menyelami keindahan bawah laut perairan Taman Nasional Wakatobi

Menyelami keindahan bawah laut perairan Taman Nasional Wakatobi

Kalau berbicara tentang Wakatobi, enggak lengkap nih kalau belum membahas keindahan alam bawah lautnya yang memesona.

Bahkan, pada tahun 2012, Taman Nasional Wakatobi ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO, karena setidaknya terdapat 750 dari total 850 spesies koral dunia yang hidup di perairannya.

Wah, pantas saja ya Wakatobi sering dijuluki sebagai “surganya” para penyelam dari berbagai penjuru dunia.

Beberapa spot menyelam yang bisa Kamu coba antara lain Pantai Sombu dan Onemohute di Pulau Wangi-Wangi, Pulau Hoga di Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko.

2. Dolphin watching di sekitar Pulau Kapota

Dolphin watching di sekitar Pulau Kapota

Selain Pantai Lovina di Bali, atraksi wisata dolphin watching juga bisa kamu nikmati di Wakatobi lho Kamu, tepatnya di sekitar Pulau Kapota!

Hanya dengan menempuh perjalanan selama 15 menit dari Pulau Wangi-Wangi dengan menggunakan kapal, Kamu akan disuguhkan pemandangan tak biasa berupa formasi kawanan lumba-lumba yang menari dengan bebas di lautan lepas.

Momen istimewa ini bisa dinikmati setiap hari antara pukul 6 hingga 7.30 pagi waktu setempat ya, Kamu!

3. Berburu spot foto kece di hamparan sabana Puncak Khayangan

Selain punya banyak spot diving favorit seperti Marimabok, Roma Dive, Wreck Huntete, dan masih banyak lagi, Pulau Tomia juga menyediakan spot foto instagrammable berupa bentangan padang sabana, namanya Puncak Khayangan.

Terletak di bagian timur Pulau Tomia, Puncak Khayangan menjadi spot terbaik untuk menikmati panorama hamparan bukit-bukit hijau bergelombang yang berbatasan langsung dengan samudera.

Panorama sunset di Puncak Khayangan juga mengesankan banget, lho!

Jadi, kalau punya kesempatan datang ke Wakatobi, Puncak Khayangan di Pulau Tomia juga patut dijelajahi!

4. Berkunjung ke Bajo Mola, kampung Suku Bajo “si pengembara lautan”

Pernah mendengar mengenai Suku Bajo ‘si pengembara lautan’ yang melegenda?

Nah, di Wakatobi, tepatnya di Pulau Wangi Wangi terdapat sebuah kampung bernama Bajo Mola yang dihuni oleh Suku Bajo.

Berbeda dengan kampung pada umumnya, pekarangan dan teras di perkampungan yang juga merupakan destinasi wisata budaya di Wakatobi ini berupa hamparan laut luas dengan air yang jernih.

Nah, selain bisa menikmati pemandangan yang mengesankan, Kamu juga bisa mengenal lebih dekat kehidupan Suku Bajo yang hingga saat ini masih pandai membaca alam laut dan rasi bintang, lho!

5. Menikmati keindahan Danau Sombano di Kaledupa, habitat udang merah darah

Membentang sepanjang 700 meter dari garis pantai, Danau Sombano menyuguhkan pemandangan yang asri dengan air danau yang jernih dan keanekaragaman flora dan fauna yang hidup di sekitarnya.

BACA JUGA :  Explore Tempat Wisata Nusa Penida Bali: Surga Tersembunyi Pulau Dewata

Danau yang terletak di Desa Sombano, Kecamatan Kaledupa ini ternyata merupakan habitat udang merah darah, lho!

Kamu bisa melakukan aktivitas seru seperti naik kano menjelajahi Danau Sembano sembari menyaksikan kawanan udang merah yang berada di dasar danau.

6. Wisata sejarah ke Desa Liya Togo, Wangi-Wangi

Menikmati sisi lain dari sudut pandang wisata budaya Wakatobi bisa didapatkan dengan berkunjung ke Desa Liya Togo di Wangi-Wangi.

Wilayah yang dulu pernah menjadi bagian dari Kesultanan Buton ini memiliki daya tarik yang berbeda namun tak kalah istimewanya.

Di sini, Kamu bisa berkeliling melihat deretan rumah adat orang Buton bernama Banua Tada yang berbentuk rumah panggung dengan atap rumbia.

Selain itu, ada juga situs budaya berupa bangunan kayu yang biasa dijadikan sebagai tempat bermusyawarah oleh masyarakat setempat, bernama Baruga.

Oh iya, saat berkunjung ke sini, Kamu diharuskan menggunakan sarung kain tenun khas masyarakat Liya Togo.

Untuk laki-laki, biasanya kain dililitkan pada pinggang dengan panjang di bawah lutut, sedangkan untuk perempuan dengan dipakai dengan mengikatkan sarung ke salah satu pundak saja.

7. Berburu panorama matahari terbenam di Pantai Cemara

Tak ada yang lebih baik untuk menutup hari selain menyaksikan panorama matahari terbenam yang mengesankan di Pantai Cemara.

Pantai yang menghadap langsung ke Laut Banda ini menyuguhkan pemandangan sunset yang spektakuler.

Jika cuaca sedang cerah, sunset akan secara jelas dan indah tiada tara. Jangan lupa deh, abadikan momen istimewa tersebut lewat jepretan kamera!

Pantai Cemara sendiri terletak di Jalan Waha, Kelurahan Sombu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi dan berlokasi 100 meter dari jalan raya.

8. Bersantai di Pulau Hoga, Kaledupa

Cari suasana yang nyaman dan jauh dari kebisingan? Traveling ala backpacker ke Pulau Hoga jawabannya!

Sesampainya di pulau ini, Kamu akan disuguhi dengan pemandangan jajaran pohon kelapa dan hamparan pasir putih yang menyelimuti pantainya yang jernih kebiruan.

Ditemani hembusan angin laut dan deburan ombak, pantai ini jadi tempat terbaik untuk santai sejenak dan melepaskan penat Kamu.

Buat Kamu yang berencana menginap, di pulau ini juga banyak tersedia penginapan/homestay.

Uniknya, mayoritas penginapan di pulau ini didominasi oleh elemen kayu pada bangunannya sehingga suasana rumah pantainya lebih terasa.

Satu lagi, aktivitas yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke sini, yaitu menikmati panorama sunset-nya yang memukau.

9. Menyelami eksotisme Gua Kontamale, Wangi-Wangi

Selain wisata budaya, pesona Wakatobi emang enggak ada habisnya, lewat kehadiran gua mata air, Gua Kontamale misalnya.

Eksotisme stalaktit yang berpadu sempurna dengan air jernih kebiruan terlihat bak lukisan.

Konon katanya, mata air Gua Kontamale dipercaya masyarakat bisa enteng jodoh, lho!

Berlokasi di Kelurahan Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Goa Kontamale bisa ditempuh dengan 10-15 menit berkendara dari pusat Kota Wangi-Wangi.

10. Mencicipi kuliner khas masyarakat lokal di Desa Wakatobi

Kamu pasti udah nggak asing lagi nih sama kuliner Nusantara bernama tumpeng.

Ternyata, Wakatobi juga punya kuliner tumpeng khas yang unik lho, namanya kasuami.

Kenapa unik? Karena makanan ini terbuat dari singkong dan memiliki warna putih kekuningan.

Biasanya masyarakat lokal menyantap kasuami saat sarapan lengkap dengan lauk ikan bakar dan sambal colo-colo.

Wah, setuju enggak kalau Wakatobi layak disebut paket wisata super lengkap yang bikin Kamu betah?

Saking banyaknya pilihan kegiatan, dijamin nggak akan mati gaya selama liburan dan malah makin betah nggak mau pulang, nih!

Dengan beragam destinasi dan aktivitas wisata yang menarik, Wakatobi memang menjadi surga tersembunyi di Sulawesi Tenggara yang sayang untuk Kamu lewatkan.

Jadi, jangan ragu untuk merencanakan perjalanan Kamu ke sana dan menjelajahi keindahan alam, budaya, dan kuliner yang ditawarkan oleh Pulau Wakatobi.

Selamat menjelajah dan menikmati pengalaman seru di destinasi wisata budaya di Wakatobi yang luar biasa ini!


Fahmi

Fahmi adalah penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *