Trotoar Jakarta Kalah? Jalan Kaki Di Trotoar Singapura ke Stasiun MRT Marsiling Dari Woodlands CIQ

Travel Vlog

Kira kira lebih cakep mana? Trotoar Singapura atau Trotoar di Jakarta? Kali ini saya cobain jalan kaki dari Woodland Trains Checkpoint atau Woodland CIQ ke Stasiun MRT Marsiling! Kalau cuacanya sih sama, sama-sama panas maksud saya.

 

Trotoar Jakarta Kalah? Jalan Kaki Di Trotoar Singapura ke Stasiun MRT Marsiling Dari Woodlands CIQ
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

Dalam perbandingan antara trotoar di Singapura dan trotoar di Jakarta, kita akan melihat perbedaan yang cukup mencolok. Saya telah mencoba berjalan kaki dari Woodland Trains Checkpoint atau Woodland CIQ ke Stasiun MRT Marsiling, dan saya akan berbagi pengalaman saya tentang kedua trotoar tersebut. Mari kita lihat lebih dekat!

Pertama-tama, mari kita bicarakan tentang trotoar di Singapura. Singapura dikenal sebagai salah satu kota terbersih dan tertata dengan baik di dunia, dan trotoar di sini mencerminkan komitmen terhadap kebersihan dan ketertiban. Trotoar di Singapura umumnya bersih dan terawat dengan baik. Mereka juga dilengkapi dengan fasilitas seperti tempat sampah dan tempat duduk, sehingga pengunjung dapat beristirahat dengan nyaman saat berjalan kaki.

Selain itu, trotoar di Singapura cenderung luas dan ramah pejalan kaki. Mereka dirancang untuk memberikan ruang yang cukup bagi pejalan kaki, sehingga Anda tidak akan merasa sesak saat berjalan di sini. Selain itu, ada banyak pohon dan tanaman hias yang menghiasi trotoar, menciptakan lingkungan yang nyaman dan hijau.

Saat berjalan kaki dari Woodland Trains Checkpoint ke Stasiun MRT Marsiling di Singapura, saya merasa bahwa trotoar ini sangat bersih, aman, dan menyenangkan. Cuaca yang panas tidak terlalu mengganggu karena ada banyak pohon yang memberikan naungan. Saya juga menemukan bahwa orang-orang di sekitar trotoar sangat disiplin dalam menjalankan aturan lalu lintas pejalan kaki.

BACA JUGA :  Kereta Api Malioboro Express Eksekutif Malang - Yogyakarta Review

Sekarang, mari kita beralih ke trotoar di Jakarta. Jakarta adalah ibu kota Indonesia yang padat penduduk, dan trotoar di sini memiliki tantangan tersendiri. Sementara beberapa trotoar di Jakarta terlihat cukup baik, terdapat juga banyak area di mana kondisinya jauh dari ideal.

Trotoar di Jakarta sering kali lebih sempit dibandingkan dengan trotoar di Singapura. Ini dapat membuat berjalan kaki terasa lebih sesak, terutama di daerah yang padat penduduk. Selain itu, trotoar di Jakarta terkadang kurang terawat dengan baik dan tidak selalu bersih. Anda mungkin menemukan sampah berserakan di beberapa bagian trotoar.

Cuaca panas juga dapat menjadi faktor pengganggu saat berjalan kaki di Jakarta. Terkadang, naungan dari pohon atau penutup trotoar tidak memadai, dan Anda mungkin merasa terkena panas matahari secara langsung.

Namun, penting untuk dicatat bahwa Jakarta terus berupaya memperbaiki infrastruktur trotoarnya. Beberapa daerah di Jakarta telah melihat perbaikan signifikan dalam kondisi trotoarnya, dengan trotoar yang lebih lebar dan fasilitas yang lebih baik.

Dalam perbandingan ini, trotoar di Singapura mungkin memiliki keunggulan dalam hal kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan. Namun, Jakarta juga sedang berusaha untuk meningkatkan kondisi trotoarnya, dan beberapa daerah di kota ini sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Jadi, dalam membandingkan trotoar di Singapura dan Jakarta, kita melihat perbedaan yang mencolok, tetapi juga perbaikan yang terus dilakukan. Kedua kota ini memiliki pesonanya masing-masing, dan pengalaman berjalan kaki di setiap tempat memiliki ciri khasnya sendiri. Terlepas dari trotoar mana yang Anda pilih, berjalan kaki adalah cara yang baik untuk menjelajahi kota dan merasakan budaya lokalnya.

Instagram Saya: instagram.com/catperku Blog Perjalanan Saya: catperku.com

BACA JUGA :  Tips Liburan Ke Korea Selatan Pertama Kali [ Wisata Korea Selatan ]

Fahmi

Fahmi adalah penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *