Coban Sewu: Keindahan Air Terjun di Perbatasan Malang dan Lumajang

Coban Sewu: Keindahan Air Terjun di Perbatasan Malang dan Lumajang

Indonesia, Tempat Wisata, Travel Vlog

Coban Sewu atau Tumpak Sewu adalah salah satu destinasi alam yang luar biasa di Indonesia. Air terjun ini terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang di Jawa Timur. Dikenal karena keindahannya yang menakjubkan, Coban Sewu menjadi tujuan wisata favorit bagi para pelancong yang mencari pengalaman alam yang memukau.

Dalam artikel ini, saya akan mengulas lebih detail tentang Coban Sewu, termasuk bagaimana cara menuju ke lokasi ini, apa yang dapat kamu nikmati di sekitarnya, dan pengalaman pribadi saya saat mengunjungi tempat ini.

Coban Sewu: Air Terjun yang Mengagumkan

Air Terjun Coban Sewu Lumajang Keren Banget! [ Coban Tumpak Sewu Malang Lumajang ]
Watch this video on YouTube.
Subscribe ke Youtube Fahmi Catperku.com ya!

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Coban Sewu, atau Tumpak Sewu, dikenal sebagai salah satu air terjun terindah di Indonesia. Nama “Coban Sewu” sendiri memiliki arti “air terjun seribu,” yang mengacu pada banyaknya sumber air yang turun dari tebingnya. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 180 meter dan terletak di tengah hutan yang hijau dan alami.

Salah satu hal yang membuat Coban Sewu begitu menarik adalah bentuknya yang unik. Air terjun ini tidak hanya terjun bebas dari puncak tebing, tetapi juga memiliki beberapa sumber air yang berasal dari dinding tebing yang curam. Hal ini menciptakan pemandangan yang spektakuler dan sangat mengesankan.

Lokasi dan Akses

Coban Sewu terletak di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Untuk mencapai lokasi ini, terdapat dua alternatif yang dapat kamu pilih, tergantung dari mana kamu ingin mengunjungi air terjun ini.

BACA JUGA :  Panduan Liburan Musim Dingin Di Jepang!

1. Dusun Jagalan, Desa Sidorenggo, Kabupaten Malang

Jika kamu ingin menikmati Coban Sewu dari sisi Malang, kamu bisa menuju Dusun Jagalan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading di Kabupaten Malang. Inilah desa terakhir sebelum memasuki wilayah Lumajang. Di sini, kamu bisa parkir kendaraan dan mulai perjalanan menuju air terjun.

Setelah membeli tiket masuk seharga Rp 5.000 per orang, kamu akan menemui jalur setapak di antara kebun warga. Kamu harus berjalan kaki sekitar 500 meter dari titik ini. Namun, setelah sekitar 100 meter perjalanan, kamu akan mendapatkan pemandangan Coban Sewu dari atas tebing. Sensasi melihat air terjun ini dari ketinggian sudah cukup mengesankan.

2. Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang

Alternatif lain adalah melalui Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Jika kamu memilih rute ini, kamu akan memiliki pandangan yang berbeda dari air terjun. Namun, tetaplah mempersiapkan stamina karena kamu harus menuruni tebing untuk mendekati Coban Sewu.

Dalam perjalanan ini, kamu akan menemui tangga bambu yang terletak di dinding tebing yang curam. Jalur ini menantang dan bisa menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi para petualang. Pastikan untuk berhati-hati dan mengikuti petunjuk yang telah disediakan.

[ Baca Juga: Touring Malang Lumajang Via Ranu Pani [ Motovlog ] ]

Pengalaman Pribadi

Saya memiliki hasrat besar untuk mengunjungi Coban Sewu setelah melihat berbagai foto dan video yang menampilkan keindahannya. Meskipun saya mendengar bahwa medan menuju air terjun ini cukup ekstrem, itu tidak menghentikan niat saya.

Perjalanan saya dimulai dari Kota Malang pada pukul 06.30 WIB. Saya menempuh rute ke Lumajang dengan kendaraan pribadi. Selama perjalanan, saya menikmati panorama alam Jawa Timur yang hijau, sungai yang mengalir, bukit-bukit, dan pemandangan Gunung Semeru yang gagah. Udara sejuk dan keramahan warga setempat membuat perjalanan ini semakin menyenangkan.

BACA JUGA :  Bandara Juanda Surabaya Terminal 2 Plane Spotting

Setelah melalui sekitar 70 km perjalanan, saya melihat banner informasi Coban Sewu yang mengindikasikan bahwa saya berada di jalur yang tepat. Saya tiba di Dusun Jagalan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Inilah desa terakhir sebelum memasuki wilayah Lumajang.

Di tempat parkir yang luas, saya melihat banyak kendaraan, termasuk mobil dan bus, yang diparkir di sini. Warga setempat telah menyediakan fasilitas seperti mushola, warung-warung, kamar mandi, dan toilet untuk kenyamanan pengunjung.

Saya membeli tiket masuk seharga Rp 5.000 per orang dan mulai mendaki jalur setapak di antara kebun warga. Petugas mengatakan bahwa saya harus berjalan sekitar 500 meter ke lokasi air terjun. Namun, sudah setelah sekitar 100 meter perjalanan, saya sudah dapat melihat Coban Sewu dari atas tebing. Pemandangan ini begitu memukau dan membuat saya terkesan.

Saat saya tiba di dasar tebing, saya menghadapi keputusan apakah akan turun dan mendekati air terjun atau tidak. Meskipun medan yang ekstrem, keinginan untuk merasakan keindahan Coban Sewu dari jarak dekat membuat saya yakin untuk melanjutkan.

Saya mulai menuruni tangga bambu yang melekat pada dinding tebing yang curam. Awalnya, perasaan tegang dan takut terbentuk, tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa. Saya mengandalkan kedua tangan untuk menyangga berat tubuh saya, dan sensasi yang saya alami begitu memuaskan. Pemandangan di sepanjang perjalanan turun juga mengagumkan.

Uniknya, selain tali tambang yang digunakan sebagai pegangan di tangga bambu, ada juga rotan yang tumbuh liar dan digunakan oleh warga sebagai pegangan tambahan. Saya menemukan beberapa titik peristirahatan di sepanjang jalur ini, di mana saya bisa beristirahat sejenak dan memberi kesempatan kepada pengunjung lain yang berpapasan.

BACA JUGA :  Cara Belanja Di Supermarket Woolworth Australia! [Travel Vlog Australia]

Salah satu titik peristirahatan yang istimewa adalah area di tepi tebing dengan pemandangan Coban Sewu di depan mata. Saat saya duduk di sana, saya juga disuguhi pemandangan dua tebing tinggi yang membelah sungai kecil, menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Saya melanjutkan perjalanan hingga tiba di dasar tebing dan melihat Coban Sewu dari jarak dekat. Air terjun ini sungguh menakjubkan, dengan air yang jernih dan dingin. Suara deru air terjun menciptakan suasana yang begitu damai dan menenangkan.

Saya juga berkesempatan untuk menjelajahi sekitar Coban Sewu dan melihat bebatuan eksotis di dasar tebing. Sungai yang jernih memungkinkan saya untuk mencuci wajah dan merasakan kesegaran air sumber Coban Sewu.

Setelah puas menjelajahi area Coban Sewu dari sisi Lumajang, saya kembali ke puncak tebing dan mengunjungi lokasi lainnya yang disebut “Panorama.” Di sini, saya dapat melihat Coban Sewu dari kejauhan. Meskipun jalur menuju puncak air terjun ditutup karena kecelakaan sebelumnya, pemandangan dari Panorama tetap menakjubkan.

[ Baca Juga: Petualangan Turun dari Puncak B29 Lumajang ]

Kesimpulan

Coban Sewu adalah salah satu keajaiban alam Indonesia yang patut dikunjungi. Keindahan air terjun ini yang unik dan spektakuler membuatnya menjadi destinasi wisata yang populer di Jawa Timur. Dengan akses yang relatif mudah, para pelancong dapat menikmati pemandangan alam yang memukau dan merasakan petualangan yang tak terlupakan.

Saat mengunjungi Coban Sewu, pastikan untuk mempersiapkan fisik dan semangat petualangan. Meskipun medan menuju air terjun ini bisa menjadi tantangan, pengalaman yang akan kamu dapatkan sangat sepadan. Coban Sewu adalah salah satu tempat yang akan membuatmu terkesan dan ingin kembali lagi. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi yang berencana mengunjungi Coban Sewu di masa mendatang.


Fahmi

Fahmi adalah penulis catperku.com, Travel Blogger dari Indonesia, Travel Vlogger Indonesia juga. Dulunya mas-mas kantoran, tapi sekarang berjuang menjadi pekerja lepas demi kebebasan memilih waktu liburan. Suka liburan ke Pantai tapi jarang nyebur, hobi trekking karena demen jalan kaki. Suka traveling di Indonesia, tapi juga nggak nolak kalau ada kesempatan liburan ke luar negeri. Travel Blogger Indonesia yang bermimpi buat keliling dunia, traveling jalur darat Asia-Eropa, Naik kereta api lewat Trans-Siberia, lalu menghabiskan masa pensiun di desa kampung halamannya. Nggak banyak kan mimpi saya? Anyway, kalau tertarik membantu mewujudkan mimpi saya, bisa hubungi di [email protected] ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *