Tanjung Ringgit dan eksotismenya, ketika Lombok tidak melulu pantai
“Sejenak aku terdiam, sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan lautan luas berwarna biru di depanku dan pulau Sumbawa terlihat dekat di sebelah kiriku”. Itulah yang terpikirkan ketika saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di salah satu destinasi ciamik di Pulau Lombok yang bernama Tanjung Ringgit.
Tanjung Ringgit Membuat Saya Begitu Terpesona
Tanjung Ringgit memang bisa membuat saya takjub dengan segala keindahan-nya. Meskipun memerlukan waktu hampir 4 jam untuk mencapai lokasi Tanjung Ringgit, saya tidak akan pernah menyesal untuk menapakkan jejak dan menyempatkan diri untuk camping semalam di salah satu tempat terindah di Lombok Timur ini.
Lokasi dari Tanjung Ringgit agak sedikit jauh dari pusat kota utama pulau Lombok, Mataram. Kurang lebih sekitar 80 Km . Mungkin karena itu juga destinasi yang menurut saya sangat ciamik ini terlihat sepi. Karena ketika saya kesana tidak terlihat traveler lain. Hanya terlihat beberapa penduduk lokal yang akan memancing ikan.
“Hmm, nampaknya tempat ini cocok juga untuk memancing” Pikirku waktu itu.
Karena lokasi yang cukup terpencil jangan harap bisa mendapatkan hotel nyaman untuk menginap. Bahkan saya terpaksa harus mendirikan tenda karena ingin menginap semalam di Tanjung ringgit. Yak, Lombok Timur bisa dibilang sedikit terpencil, akses ke sini pun bisa dibilang lumayan ribet, kalau tidak dengan kendaraan pribadi.
Kenapa sampai menginap? konon katanya sunrise di Tanjung ringgit sangat indah, matahari akan muncul dengan cantik dari balik pulau Sumbawa (dan itu bener sekali). Tidak mungkin dong, saya melewatkan sunrise setelah menempuh jarak ratusan kilometer untuk menuju Tanjung Ringgit.
Karena lansekap dari Tanjung Ringgit kebanyakan mempunyai kemiringan lebih dari 20 derajat. Sempat terpikikan bagaimana sulitnya untuk mendirikan tenda nanti. Dan, satu – satunya tempat yang pas untuk mendirikan tenda adalah di dekat mercusuar. Selain tanahnya cukup datar, angin tidak berhembus terlalu kencang pada posisisi itu. Hanya saja lokasinya terlalu dekat dengan semak belukar. entah bagaimana jika tiba – tiba ada hewan liar yang mengajak bermain. Hmm… Tapi, tidak ada pilihan lain! Terpaksa tenda mendirikan di dekat mercusuar.
Seorang bapak tiba – tiba muncul ketikan kami akan mendirikan tenda. Bukannya melarang kami mendirikan tenda, malah menawarkan untuk menginap di mesh mercusuar. Kata si bapak, beberapa teman bapak tadi sedang pulang kampung, jadi ada kamar kosong yang bisa ditempati.
Meskipun pada akhirnya tawaran bapak tadi saya tolak. Bukan nya tidak mau, tetapi saya ingin menikmati heningnya malam di alam bebas di alam terbuka. Namun sialnya pada malam harinya malah turun hujan yang lumayan deras. Jadinya malah benar – benar menikmati malam yang begitu hening (baca : tidur dengan pulas). *sigh*
Pagi Hari, Masih Ngantuk Di Tanjung Ringgit
Hawa dingin pagi hari di Tanjung Ringgit bisa memaksa saya yang paling malas bangun pagi ini terbangun. Dengan segenap semangat saya mencoba mengumpulkan kekuatan agar tidak tertinggal sunrise. Apalagi bayangan malam yang penuh bintang sudah lenyap tak berbekas bersamaan hujan deras semalam. Enggak mau dong, sunrise cakepnya juga ketinggalan :(
Menakjubkan!! kata yang terpikir ketika pertama kali bangun. Matahari sedikit demi sedikit muncul dari balik Pulau Sumbawa dan memancarkan sinarnya menembus embun pagi. Menjadikan warna sinarnya menjadi sedikit keemasan. Meskipun saya jarang melihat sunrise, tetapi tidak salah lagi, ini sunrise terbaik yang pernah saya lihat!!
Bermalam di Tanjung Ringgit mungkin menjadi pengalaman tak terlupakan bagi saya, apalagi mendapatkan kesempatan untuk melihat sunrise terbaik di pulau ini. Rasanya menginap semalam belumlah cukup, mungkin jika tidak ada tujuan lain yang harus di datangi, saya pasti betah berlama – lama di tempat ini. Mungkin lain kali saya akan datang lagi ke tempat ini.




Aku malah penasaran sama mercusuarnya. Gambar mercusuarnya mana?
hahah, mercusuar ada foto narsisnya juga –” bisa diliat disini >> http://catperku.blogspot.com/2012/03/and-now-half-of-lombok-already-explored.html
MARKK !!!!!!! :D
weh –” komennya singkat padat!
[...] dan ombaknya cukup tenang. Kalau tidak ingat sedang nyasar dan tujuan kami selanjutnya yaitu Tanjung Ringgit belum ketemu, pasti saya sudah lupa diri dan bermain air hingga [...]
[...] menginap di tempat itu, lebih baik membawa tenda sendiri seperti beberapa waktu lalu saya sempat nenda di Tanjung Ringgit :). Untuk area yang banyak tempat menginapnya, mencarinya pun tidak ribet. Bisa dengan go show, [...]