Pisang Epe, Jajanan Unik Penggoyang Lidah, Dari Makassar
Pisang Epe Tidak Bisa Dilewatkan Ketika Berkunjung Ke Makassar
Pisang Epe, sebuah jajanan unik yang akan banyak anda temui ketika berkunjung ke kota anging mammiri, Makassar. Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk mencoba jajanan khas kota Makassar. Tidaklah sulit untuk menemukan jajanan ini, karena hampir disetiap sudut pantai losari terdapat penjual Pisang Epe, karena itu wajib hukumnya mencobanya ketika berkunjung ke Pantai Losari.
Tidak salah lagi Makassar tidak hanya kaya akan tempat wisatanya, seperti Pulau Samalona, benteng Fort Rotterdam, Pantai Losari, tetapi juga kaya dengan makanan khas-nya, termasuk Pisang Epe ini. Pisang Epe yang menjadi jajanan favorit bagi orang yang mengunjungi pantai Losari ini berbahan dasar dari pisang, tepatnya pisang Raja yang belum terlalu masak dan tidak lembek.
Kata “epe” sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti “jepit”, jadi Pisang Epe secara lengkap bisa diartikan menjadi pisang bakar yang dijepit dan menjadi gepeng, sebuah nama yang unik untuk sebuah cara memasak pisang, yah, tidak masalah, nama yang unik membuat sesuatu lebih mudah di ingat dan di kenal.
Sesuai dengan namanya, cara memasak Pisang Epe ini juga unik, karena pada umumnya pisang dimasak dengan cara di goreng atau direbus, namun pengecualian untuk jajanan khas makassar ini. Dipangang diatas bara api, setelah sebelumnya dipress hingga menjadi gepeng, begitulah cara memasaknya.
Pisang Epe yang telah gepeng dan dipanggang di atas bara api itu lalu disiram dengan saus sebagai topping yang bahan dasar utamanya gula merah yang dicairkan, namun pada perkembangannya jenis saos untuk menyiram pisang epe yang selesai dipanggang menjadi bervariasi, ada yang rasa coklat, durian dan bahkan ada beberapa penjual yang menggunakan keju sebagai bahan toppingnya. saya sendiri sempat mencoba Pisang Epe dengan topping saus durian, hmm,,, lezat dan manis.
Untuk menikmati jajanan khas kota Makassar ini, anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak, karena harga dari satu porsi Pisang Epe cukup murah, hanya dengan enam ribu rupiah anda sudah bisa menikmati satu porsi Pisang Epe yang berisi tiga buah pisang di dalamnya. ditambahkan dengan segelas teh tawar hangat akan menambah kelezatan Pisang Epe ini terutama jika menikmati pisang ini di sore hari sambil menikmati matahari terbenam di Pantai Losari.


sebenernya sih rasanya biasa aja menurutku, tapi gak tau kenapa, kalo berkunjung ke Makassar yan wajib mencicipi kudapan ini. Betul?! Salam kuliner :D
haha iya lah rugi kalo dah jauh – jauh dateng tapi gak nyoba kudapan ini :D
kalo di Balikpapan, namanya pisang gapit, maem paling pas di Melawai Beach, pinggir pantai sambil nongkrong ;D
hoo, cara masaknya juga dibakar gitu kah? :D
[...] ketika saya traveling ke Makassar 2011 lalu. Memang sih saya traveling ke Makassar dibulan yang salah, bulan Desember!! Dimana kota itu memang sedang berada pada puncak musim hujan. [...]
[...] Menurut saya, inti dari jalan – jalan itu sebenarnya adalah ACTION bukan PLANNING yang mendetail, jadi jalan – jalan dengan sedikit rencana bukanlah suatu hal yang mustahil. Karena berdasarkan pengalaman saya selama ini, yang namanya itinerary pasti selalu berubah, entah sedikit atau banyak. Seringnya perubahan itinerary itu karena kondisi tujuan tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya. Seperti ketika saya traveling ke Makassar untuk mengunjungi Pulau Samalona, saya harus membatalkan niat untuk bermalam di tenda karena cuaca tidak bersahabat, dan hujan terus mengguyur Makassar. [...]
[...] data – data yang saya cari dari berbagai sumber , Pulau Samalona termasuk ke dalam wilayah Kota Makassar, kecamatan ujung pandang, Sulawesi Selatan. Untuk akses ke pulau ini cukup mudah, karena hanya [...]