Makassar, Kota Metropolitan Dengan Sejuta Wisata Alam Dan Kulinernya
Kota Makassar Dengan Segala Pesonanya
Anging Mammiri, itulah sebutan lain untuk kota Makassar, kota yang sempat saya pilih dan saya datangi untuk berbackpacking ria. Saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kota ini karena beberapa bulan lalu saya mendapat tiket promo Garuda Indonesia, ya!! Garuda Indonesia, menarik bukan? maskapai yang terkenal mewah menurut saya, dan jarang sekali bermurah hati memberikan promo seperti maskapai sejuta umat “Air Asia” ^^, tiket PP Denpasar – Makassar pun saya dapatkan dengan harga 775 ribu ^^ dari tarif normal yang bisa lebih dari satu juta rupiah.
Kalau kebanyakan orang berpikir luar jawa itu sepi, yang ada hanya ada hutan belantara, anda tidak sepenuhnya benar!! lihat saja kota Anging Mammiri ini, dengan bandara internasionalnya, Bandara Sultan Hassanudin, bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi bisa mengalahkan Surabaya atau bahkan Jakarta. Hiruk pikuk kota Makassar sudah saya rasakan ketika keluar dari bandara, atau bisa dikatakan “Duh Macetnya!! “, saya jadi bertanya pada diri sendiri, mungkin virus kemacetan di kota – kota besar di jawa seperti jakarta sudah menyebar ke mana mana, termasuk kota Anging Mammiri ini, ah semoga itu tidak benar,,.
Kota metropolitan, sebutan itu mungkin akan dimiliki oleh kota ini beberapa tahun lagi, atau bahkan sekarang pun sudah layak disebut sebagai kota metropolitan, jika melihat betapa sibuknya kota Makassar saat ini, namun di tengah hiruk pikuk keramaian-nya kota ini memiliki sejuta macam pesona tersembunyi yang bisa membuai para backpacker sekalian, tidak hanya wisata alam namun kota Makassar juga memiliki berbagai macam masakan khas yang siap memanjakan pecinta wisata kuliner, dan tidak ketinggalan pula wisata sejarah seperti Benteng Fort Rotterdam yang berada di tengah keramaian kota Makassar.
Potensi wisata alam yang dimiliki Makassar cukup bagus, bahkan bukan tidak mungkin bisa menyamai pulau dewata, kita lihat sekilas saja, jika bali punya pantai kuta sebagai tempat untuk menikmati matahari terbenam sambil bersantai, kota Makassar pun juga mempunyai Pantai Losari dengan warung – warung kopi khas nya di sepanjang pantai , yang siap memanjakan kita dengan makanan dan minuman khas kota Anging Mammiri, terlebih lagi menurut saya harganya juga tidak terlalu mahal.
Wisata kepulauan, merupakan salah satu daya tarik dari kota Makassar, yang menurut saya bisa menjadi ikon wisata kota ini, karena hanya beberapa tempat saja di indonesia yang mempunyai gugusan kepulauan kecil yang bisa di datangi, dan salah satunya kota Makassar ini. Beruntung Makassar memiliki beberapa pulau cantik dan unik seperti Pulau Samalona dengan daya tarik utamanya berupa diving, Pulau Kodingareng Keke dengan daya tarik snorklingnya, dan masih banyak pulau lain yang unik untuk dikunjungi, sayang waktu berbackpacking-ria saya ke kota ini hanya 4 hari saja, waktu yang sangat kurang untuk meng eksplore kota Makassar lebih dalam.
Tidak cukup dengan wisata kepulauan? kota Makassar pun menyajikan banyak pesona lain untuk di explore, seperti wisata kuliner dengan beragam jenis makanan khasnya, bahkan ada sebuah jalan yang dikhususkan untuk wisata kuliner di kota Makassar. Bagi pecinta wisata taman hiburan, Makassar juga memiliki taman hiburan yang bernama “Trans Studio” yang siap membuat pengunjungnya terlena dengan wahana – wahana yang tersedia. Mengklaim diri sebagai taman hiburan indoor terbesar di Asia, menjadikan Trans Studio Makassar wajib untuk dikunjungi ketika berkunjung ke kota Anging Mamiri(*)




[...] Indahnya Indonesiaku : Makassar, kota metropolitan dengan sejuta wisata alam dan kulinernya [...]
[...] ketika saya traveling ke Makassar 2011 lalu. Memang sih saya traveling ke Makassar dibulan yang salah, bulan Desember!! Dimana kota [...]
[...] karena kondisi tujuan tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya. Seperti ketika saya traveling ke Makassar untuk mengunjungi Pulau Samalona, saya harus membatalkan niat untuk bermalam di tenda karena cuaca [...]
[...] km persegi, percaya atau tidak diawali dari sinilah Kota Jakarta berkembang menjadi sebuah kota metropolitan. Ditengah hiruk pikuk perkembangan kota Jakarta jejak – jejak sejarah perkembangan kota [...]
[...] menikmati jajanan khas kota Makassar ini, anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak, karena harga dari satu porsi Pisang Epe cukup [...]
[...] mungkin itulah yang keluar dari pikiran saya ketika pertama kali ber backpacking ria ke Makassar. Bagaimana tidak!? ternyata semua yang saya bayang kan ketika membaca informasi di internet dan [...]