Huru – Hara Pengalaman Membuat Visa Jepang!

Banyak yang bilang kalau membuat visa Jepang itu gampang, bahkan di internet sudah banyak bertebaran cara dan tips untuk membuat visa Jepang. Rata – rata mereka membuat sendiri, jadi Membuat Visa Jepang Itu Gampang – Gampang Susah Deh! O iya, sekarang ini untuk para pemegang e-passport malah bisa bebas visa Jepang seperti yang saya tuliskan disini.

Malah sebenarnya membuat visa Jepang itu tidak sulit, bisa mengurus sendiri, tapi untuk yang seperti saya yang tinggal di Bali dengan KTP domisili Jawa Timur akan sedikit berbeda ceritanya. Mengurus visa Jepang akan menjadi “Gampang – Gampang Susah” nah, saya akan mencoba berbagi pengalaman untuk yang kebetulan kondisinya sama seperti saya. Paling tidak biar bisa bersiap – siap secara mental dan material :D

Perhatikan Aturan Yurisdiksi Konsulat Jepang!

Aturan yurisdiksi dari konsulat Jepang-lah yang membuat rencana mulus mengurus visa Jepang saya berantakan. Yang katanya hanya 4 hari kerja dan cukup satu kali bolos kerja saja jadi tidak bisa terjadi *hiks*. Semuanya gara – gara aturan yurisdiksi konsulat jepang tadi. Yah, cuma bisa pasrah sih, soalnya kan tiap negara punya aturan sendiri – sendiri, jadi cuma bisa pasrah mengikuti aturan mereka.

Permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah yurisdiksi masing-masing

Buat yang akan mengurus visa jepang, perhatikan peraturan konsulat yang dicetak tebal dan saya kasih warna merah diatas. Jadi, tiap konsulat/kedutaan Jepang itu punya wilayah kerja sendiri – sendiri, kita tidak bisa seenaknya membuat visa di sembarang konsulat. Misalnya konsulat yang ada di Bali hanya akan memproses permohonan visa untuk area “Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur”. Diluar itu, pake nangis – nangis ala sinetron pun tidak akan dilayani membuat visa Jepang-nya.

Sialnya lagi, region membuat visa jepang ditentukan berdasarkan alamat KTP kita. Hal ini juga yang membuat saya seperti tersambar petir ditengah panasnya matahari Pulau Bali. Setelah jauh – jauh dateng ke konsulat Jepang yang ada di Bali, ternyata saya tidak bisa mengajukan permohonan visa disini. Alasannya sudah jelas, KTP saya beralamatkan di Jawa Timur, jadi saya harus mengajukan permohonan visa di konsulat Jepang yang ada di Surabaya.

Informasi tentang yurisdiksi tiap konsulat yang berbeda inilah yang sedikit kurang jelas, meskipun saya telah berkali – kali membaca persyaratan pengajuan visa di website resmi kedutaan Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp). Tidak terus mentang – mentang dekat dengan konsulat bisa mengajukan permohonan visa Jepang disitu. LIHAT ALAMAT DI KTP KAMU, dan Perlu diperhatikan juga wilayah kerja tiap tiap konsulat yang berbeda.

Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta

Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350, INDONESIA
Telephone: (021) 3192-4308
FAX : (021) 315-7156

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung


Kantor Konsuler Jepang di Makassar

Jl. Jenderal Sudirman No.31, Makassar, INDONESIA
Telephone : (0411) 871-030, 872-323
FAX : (0411) 853-946

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua (Irian Jaya), Papua Barat


Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya

Jl. Sumatera No. 93, Surabaya, INDONESIA
Telephone : (031) 503-0008
FAX : (031) 503-0037, 502-3007 (Visa)
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan


Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar

Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali, INDONESIA
Telephone : (0361) 227-628
FAX : (0361) 265-066
Website : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur


Konsulat Jenderal Jepang di Medan

Wisma BII, 5th floor
Jl. Pangeran Diponegoro No. 18, Medan, Sumatera Utara, INDONESIA
Telephone : (061) 457-5193
FAX : (061) 457-4560
Website : http://www.medan.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Aceh Nangroe Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau


Membuat Visa Jepang Lewat Travel Agent

Setelah merasakan, menimbang dan melihat harga tiket pesawat Denpasar – Surabaya yang harganya bisa bikin bangkrut bahkan sebelum mendarat di Haneda, akhirnya saya memutuskan untuk membuat visa jepang lewat jasa travel agent saja. Jika dihitung totalnya masih lebih murah dari pada saya beli dua tiket pesawat PP Denpasar – Surabaya yang bisa lebih dari satu juta! Mending dibuat beli sushi nanti ketika di Jepang saja ^^.

Dengan sedikit survey dan pemilihan travel agent secara random akhirnya saya memilih membuat visa Jepang lewat jasa travel bayu buana saja. Meskipun menurut saya service mereka masih kurang (Dengan biaya hampir duakali harga visa Rp. 650.000), karena mereka agak lambat ketika terjadi masalah atau kekurang lengkapan dokumen. Seharusnya person in charge yang membantu membuat visa Jepang di Surabaya langsung menghubungi saya ketika ada apa – apa. Bukan menghubungi pihak Denpasar dahulu baru ke saya, bikin frustasi dah! Pemberitahuan mendadak itu, apalagi keberangkatan hanya tingal sebulan lagi! Walaupun begitu, setelah beberapa kali bolak – balik bolak dan harap – harap cemas hampir satu bulan menunggu proses membuat visa jepang yang tidak kunjung selesai, visa saya pun keluar! Di setujui, berkeliling di negeri sakura selama maksimal 15 hari untuk mencari Doraemon :p.

Proses membuat visa Jepang yang penuh dengan harap - harap cemas pun berakhir! Visa yang sudah ditempel di passport ada di tangan sekarang!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Proses membuat visa Jepang yang penuh dengan harap – harap cemas pun berakhir! Visa yang sudah ditempel di passport ada di tangan sekarang! (foto di visa serem euy)

Syarat Dan Dokumen Yang Diperlukan Untuk Membuat Visa Jepang

Membuat visa Jepang melalu travel agent pun syaratnya masih sama, bahkan menurut saya malah lebih ribet, karena travel agent ternyata lebih mirip seorang kurir dari pada seorang yang mengusahakan kepastian mendapat visa. Jadi mitos membuat visa Jepang lewat travel agent pasti sukses itu seharusnya hanya kabar angin saja! Jika masih punya waktu untuk membuat visa jepang sendiri, lebih baik mengurus sendiri, biar tidak repot dan tidak perlu menyerahkan dokumen asli seperti buku tabungan, akta, dan passport asli ke travel agentnya. Dokumen asli perlu diserahkan ke travel agent karena kadang – kadang pihak konsulat jepang menanyakannya. Nah, untuk syarat umum membuat visa jepang untuk tujuan berlibur dengan biaya sendiri adalah sebagai berikut ya :

  1. Passport asli yang masih berlaku lebih dari 6 bulan.
  2. Formulir permohonan membuat visa Jepang yang bisa di download dari website resmi kedutaan(http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html) atau bisa di isi ketika di kedutaan/konsulat jepang. Untuk lebih efisien waktu, sebaiknya download sendiri, diisi, dan kemudian di print sendiri.
  3. Foto terbaru dengan ukuran 4,5 cm X 4,5 cm, yang cakep boleh, tapi enggak bakal menambah persentase keberhasilan membuat visa Jepang :p
  4. Fotokopi KTP, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi kan? Sebaiknya difotokopi di kertas A4 tidak usah dipotong :)
  5. Fotokopi rekening tabungan, dan atau rekening koran 3 bulan terakhir. Kebetulan untuk BCA ribet ngeprint rekening koran-nya (harus di cabang membuka rekening, dan mahal), jadi saya print buku tabungan saja tidak ada masalah. Untuk BNI proses ngeprint rekening koran bisa dilakukan dimana saja, dalam waktu kurang dari setengah jam, dengan biaya 2000 rupiah. Formula isi rekening ketika membuat visa Jepang sepertinya jumlah hari di jepang X 1.500.000 (tahun 2013, sesuaikan dengan inflasi). Dokumen saya sempat di tolak beberapa kali karen nilai di rekening masih di bawah total (13X1.500.000) well, amannya main transfer-transfer aja jauh – jauh hari kalau punya dua rekening seperti saya :p
  6. Itinerary perjalanan selama bisa di Jepang, jangan dibuat ribet, simple saja biar kesempatan dapat visa lebih tinggi, soalnya akan disesuaikan juga dengan isi rekening. Aneh kan kalau isi rekening sedikit (saya contohnya) tapi muter – muter sampai Hokkaido? isi saja yang simple, nanti aslinya gimana terserah! Formulirnya bisa didownload disini(http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html)
  7. Tiket pesawat pulang pergi, entah hanya booking saja atau udah nekat issued seperti saya :| soalnya belinya tahun 2012 lalu, ketika garuda ngadain promo ke Haneda, Tokyo!
  8. Bukti booking hotel di Jepang! Booking aja, cari yang free cancelation, atau booking beneran! Rekomendasi sih booking lewat Agoda.com :). Saya malah make bukti booking temen saya, soalnya itinerary saya selama beberapa hari di Jepang nanti masih belom fix
  9. Surat Rekomendasi dari kantor untuk yang bekerja. Isinya sih menyatakan kalau nanti bakal pulang lagi ke Indonesia karena punya kerjaan disini. Gak kepengen juga kerja disana, gak kuat culturenya kali -_-“
  10. Kartu Keluarga, fotokopi dan asli. Entah ini fungsinya buat apa, tetapi sertakan saja, biar gak tambah ribet.

Nah, sebenarnya membuat visa jepang tidak seribet membuat visa ke negara adidaya, cuma karena kondisi saya diluar perkiraan, membuat visa Jepang jadi sedikit lebih ribet! Yah, tapi saya nikmati saja deh prosesnya, toh akhirnya visa saya disetujui juta sama konsulat Jepang Surabaya. Yay! Japan im comiing! Doraemoon tunggu saya mau pinjem kantong ajaibmu! Mau tak bawa ke Indonesia! Eh! Stay tune ya! Blog catperku bakal berisi banyak tulisan tentang Jepang! :D

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

20 Responses

  1. eliyana says:

    Thanks …. sudah d sharing pengalamannya bikin visa nya :D
    Fiuh… tapi lumayan rumit juga ya ternyata :3

  2. rinaldi maulana says:

    mau ketemu ama miyabi ternyata ribet juga ya (=________=)a

    btw asiiknya bisa ke jepang :)

  3. halija says:

    minta contoh jadwal kegiatan di jepang dong buat di setor pada saat pembuatan visa nanti!!!!!!

  4. Sebenar nya bikin nya simpel dan gampang tp suka males ngutus nya jd langsung aja pake jasa pembuatan visa hehehe. Tapi harga nya juga ngak mahal2 amat, cuman selisih 75 ribu dari harga resmi hehehehe

  5. hendri says:

    Halo saya mao tanya. Di artikel ini anda bilang anda berkali2 ditolak krn jumlah tabungan direkening belum 13 x 1,5 jt. Boleh tau ga pas anda mengajukan visa jadwal itenary yg anda sertakan dari hari pertama sampai 13 sehingga kedutaan meminta kira2 1,5 jt perharinya. Terima kasih sebelumnya.

    • wah, tidak ada record digital itinerarynya ini. itu ditolak karean agent nya yang salah, mereka print ulang buku tabungan saya tanpa konfirmasi. dimana waktu itu saldo sedang saya pindahkan ke rekening yang lain :)

  6. wahhh, udah sharing..!!
    betul-betul pas banget sama kasusku. aku mau buat visa jepang. Tapi masalahnya q asli jatim, KTP kalimantan, tinggal n kerja di bali.. barusan telfon konsulat Jepang di bali tapi katanya harus urus di Surabaya.. hwaaaa… :'(

    memang sekarang kalo pake E-paspor bisa gratis sihh,, tapi masalahnya mesti ganti E-Paspor dulu, n sama aja, mesti ke Surabaya, soalnya di Bali masih belum bisa layanin E-paspor.

    rencananya sih mau pakai agen aja buat ngurusin visanya. biar gak ribet bolak balik SBY-Bali. Untuk agennya sendiri, bisa cari dimana ya? atau kalau masih ada contactnya, boleh dishare?

  7. Thalia says:

    Hallo, sangat informatif sekali blognya:D Btw mau nanya, saya kan baru lulus Februari kemarin jadi sampai tanggal perjalanan saya ke Jepang nanti (12-24 April 2015) saya belum bekerja. Kira-kira biar aman saya melampirkan apa ya sebagai jaminan bahwa saya akan kembali? Saya suda issued tiket pesawat dan booked hostel di sana. Kira-kira dokumen penguat apa lagi ya yang bisa saya tambahkan? Terima kasih.

    • Rijal Fahmi says:

      Selama dana di rekening meyakinkan seharusnya tidak masalah :) kalau tidak meyakinkan biasanya langsung ditolak ketika memasukkan dokumen untuk pengajuan visa jepang

  8. Indah says:

    Mau sharing aja. Saya dulu juga pernah punya pengalaman yang sama terkait wilayah yuridiksi. Mau ngajuin Visa di kedubes Jepang di Jakarta, eh…disuruh ngurus ke konsulat Jepang yang ada di Medan karena KTP saya tertulis tempat tinggal di Padang, Sumatera Barat. Tapi, waktu itu saya iseng2 bawa surat keterangan domisili dari kelurahan tempat saya kos di Depok yang menyatakan bahwa saya memang sedang berdomisili sementara di sana karena sedang melanjutkan studi. Saya kasih deh tuh surat keterangan domisili ke petugasnya dan…diterima!!! katanya boleh kalau ada surat kayak gitu. Karena di persyaratan mengurus Visa tertulis KTP (Surat Keterangan Domisili). Jadi, saya sarankan buat teman2 yang ingin mengurus Visa Jepang yang bukan di wilayah yuridiksinya untuk ngurus surat keterangan domisili di kelurahan setempat.

  9. Susan says:

    Wkt ke kedubes katanya ga ada minimalnya hehehe jd galau. Jd print buku itu mesti bawa buku aslinya ato boleh fotokopi ya? Hehe

  10. siti fatimah says:

    kak, mau nanya dong? bagi calon pelajar di Jepang, full beasiswa, harus pake buku tabungan segala ya? soalnya saya baru lulus kuliah belum kerja apalagi menghasilkan uang, jadi ya isi tabungannya masih ala mahasiswa. makasi

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this:
Read more:
Asiknya Rafting di Sungai Pekalen Probolinggo! (cover)
Pengalaman Asik Bermain Rafting di Sungai Pekalen

Catperku (Travel Blogger Indonesia) – Sebenarnya saya cukup tertarik dengan Citarik karena memang sudah pernah mencoba sebelumnya, tapi saya ingin...

Close