Jika dihitung, dari kecil sudah puluhan kali saya menyambangi kota Yogyakarta, tetapi tetap saja kelezatan dan keunikan rasa dari Gudeg Yogyakarta selalu membuat saya kangen dengan kota ini. Gudeg sendiri adalah kuliner khas seperti halnya Es Pleret-nya Blitar, Ayam Betutu-nya Bali, namun makanan ini banyak ditemukan di kota Yogyakarta saja.
Read more »Sudah lebih dari 2,5 abad Benteng Vredeburg berdiri kokoh di tengah kota Yogyakarta. Selama itu pula, bangunan ini menjadi saksi bisu berbagai macam peristiwa bersejarah. Sejak pertamakali berdiri pada tahun 1760 satu per satu peristiwa penting terjadi disini.
Read more »Melewati gerbang utama Keraton Yogyakarta, saya seakan terbawa ke masa lampau, dimana zaman kerajaan di indonesia masih begitu berjaya. Kini ratusan tahun sesudahnya, sisa – sisa masa kejayaan tersebut masih begitu terasa. Bahkan sepertinya Keraton Yogyakarta adalah destinasi paling seksi di kota ini. Tidak hanya turis lokal dan traveler gembel seperti saya yang datang ke sini, tetapi juga bule dari mancanegara.
Read more »Perjalanan dengan tiket pesawat super murah ke Yogyakarta kali ini tidak akan terwujud jika maskapai merah Air Asia, tidak bermurah hati mengadakan promo Free Seat, hingga harga tiket untuk rute Denpasar – Yogyakarta tinggal seharga Rp. 10.000. Ini juga kali pertama saya berkunjung ke Yogyakarta dengan menggunakan pesawat terbang.
Read more »Enam jam, total waktu yang saya punya untuk transit di Kota Gudeg ini, setelah melakukan sebuah perjalanan panjang dari Denpasar dan sebelum melanjutkan dengan kereta api menuju Bandung. Dua destinasi awal yang saya rencanakan untuk di kunjungi ketika berada di kota ini terpaksa saya coret dari daftar.
Read more »Pernah terpikirkan kalau kadang perjalanan kadang bisa lebih menarik dari tujuan perjalanan itu sendiri? saya sempat mengalaminya beberapa kali, dan kadang menikmati perjalanan bisa menjadi obat yang cukup ampuh ketika tujuan perjalanan tidak semenarik yang dibayangkan sebelumnya.
Read more »